PALANGKA EKSPRES

TERDEPAN DAN SELALU LEBIH MAJU
Edisi 23 Mei 2018

Simpan Kornea Kiriman Amerika, Bayi 3 Bulan Sukses Transplantasi

Dari Kunjungan Kaltim Post ke Singapore National Eye Center (1)
Gambar Simpan Kornea Kiriman Amerika, Bayi 3 Bulan Sukses Transplantasi
WAJIB STERIL: Ruang khusus tempat menyimpan dan meneliti kornea mata di Singapore Eye Bank. Foto kanan, Prof Donald Tan.(Ibrahim/kp)
Kerusakan pada kornea, tentu sangat mencemaskan. Meskipun transplantasi masih bisa menjadi solusi, namun “sparepart” mata ini tak “dijual” di sembarang tempat. Salah satu yang memiliki banyak stok, adalah Singapore National Eye Center di 11 Third Hospital Avenue, Singapura, 16875. Karena di sana ada bank mata yang menyimpan kornea dari berbagai negara.
 
M Ibrahim, Singapura
 
Ya, rumah sakit anak grup SingHealth ini memang memiliki Singapore Eye Bank (SEB) atau bank mata. SEB bekerja sama dengan program cangkok kornea SNEC. Mereka memperoleh kornea untuk pencangkokan dalam jumlah besar setiap tahunnya. Bank ini mendapatkan kornea dari pendonor lokal. Ada juga “kiriman” dari bank mata yang terakreditasi secara internasional di Amerika Serikat dan Filipina.

Tempat penyimpanan kornea ada di lantai 6 gedung SNEC ini. Disimpan pada tempat khusus untuk kebutuhan transplantasi. Tak sembarang orang bisa masuk ke laboratorium tersebut, yang berisi mesin pendingin khusus untuk penyimpanan kornea.

Namun, pengunjung hanya bisa melihat dari ruang resepsionis melalui kaca bening di dinding.

“Kalau ingin masuk, wajib pakai pakaian khusus, sepatu dilepas, pakai masker, yang seluruhnya steril,” kata Djoni Agahari, senior tissue coordinator Singapore Eye Bank kepada wartawan Kaltim Post M Ibrahim, yang berkunjung ke sana pada 25 Februari hingga 28 Februari lalu.

Dalam lemari pendingin khusus berbahan stainless steel setinggi 2 meter dengan lebar kurang 1 meter berbentuk persegi empat itu, ada ratusan kornea dengan suhu khusus.

Dalam kurun waktu 2012, kata Djoni, ada 150 kasus yang sudah ditangani, di mana para pasien membutuhkan transplantasi kornea atau pencangkokan selaput bening mata.

Menurutnya, hampir 80 persen kornea diimpor, seperti dari Amerika Serikat, Srilanka, dan Manila. Ukuran korneanya mencapai 11-12 milimeter. Sedangkan untuk Asia, biasanya antara 9-10 milimeter. Namun yang terpenting adalah kualitas sel pada kornea tersebut.

Mekanismenya, pihak SEB mendatangi keluarga pendonor, untuk membicarakan proses transplantasi kornea. Proses ini dilakukan dokter SEB. Setelah mendapatkan kornea, barulah dilakukan pengecekan di  laboratorium. Yang dibutuhkan adalah sel-sel di dalam kornea.

Sederhananya, sel pada kornea pendonor tadi lantas dipindahkan pada kornea calon pasien.

Calon pasien penerima juga tak asal menerima atau langsung transplantasi. Ada rangkaian prosesnya.

“Ada konsultasi dokter mata, rujukan dokter, pengecekan dokter terhadap kornea yang akan ditransplantasi dan lain sebagainya,” sebut Djoni yang mengenyam pendidikan kedokteran gigi itu.

SEB biasanya membutuhkan waktu satu hingga dua minggu untuk mendapatkan kornea. Bank ini juga menyediakan kornea bagi pasien selain warga Singapura yang memerlukan pencangkokan kornea di negeri ini.

Kepala dan Senior Konsultan Pelayanan Kornea Mata SNEC Profesor Donald Tan, MBBS, FRCSG, FRCSE, FRCOphth, FAMS menerangkan, di Asia, penyakit pada kornea umumnya karena infeksi. Serta gangguan mata seperti katarak.

“Semua penyakit yang merusak kornea, bisa ditransplantasi dan kami ada SEB,” ungkap Prof Tan yang juga menjabat sebagai Direktur Medis SEB ini.
Kata pria berusia 52 tahun ini, transplantasi hanya bisa dilakukan pada kornea, tidak bisa dilakukan pada saraf, mata, retina atau lensa.

“Transplantasi bisa dilakukan hanya pada kornea yang maksimal kerusakannya mencapai 40 persen. Jika sudah 60 persen, solusinya menggunakan kornea artifisal,” jelas Kepala Departemen Opthalmology National University of Singapore ini.

Transplantasi ini harus menggunakan kornea pendonor yang sudah meninggal. Alasannya, kornea tidak bisa tumbuh kembali, maka bagian yang diambil harus diganti kornea baru.

Rata-rata pasien yang membutuhkan kornea di SEB, daftar tunggunya mencapai 1-2 minggu.

Melakukan prosedur operasi transplantasi, tak membutuhkan waktu lama. Kata pria yang juga menjabat Direktur Singapore Eye Research Institute itu, hanya butuh waktu sekitar 45 menit.

“Namun, untuk kasus yang agak kompleks, seperti kerusakan mata akibat glaukoma, bisa memakan waktu satu jam,” urainya.

Setelah operasi mata dinyatakan berhasil, tanpa keluhan dari pasien, diperbolehkan kembali ke negara asalnya.

Pengontrolan dapat dilakukan oleh dokter daerah asal setelah tiga bulan. Setelah itu, pasien kembali ke SNEC untuk kontrol.

“Keberhasilan transplantasi kornea ini, sudah terbukti mulai pasien termuda, yakni bayi berusia 3 bulan hingga pasien tertua berusia 92 tahun,” tuturnya, lantas tersenyum. (aim@kaltimpost.net/far/che/k1)
 
 
Ingin berkomentar
Komentar Terbaru.

Komentar untuk "Simpan Kornea Kiriman Amerika, Bayi 3 Bulan Sukses Transplantasi"

(harus diisi)
  • PALANGKA EKSPRES

    HARIAN PAGI PERTAMA DAN TERBESAR DI KALIMANTAN TENGAH

    Alamat Redaksi: Jl. Tjilik Riwut Km. 2,5 Gedung Biru Kalteng Pos Palangka Raya, Tlpn & Fax (0536) 3264171. Email Redaksi: redaksi@Palangkaekspres.com
    Alamat Iklan:Jl. Tjilik Riwut Km. 2,5 Gedung Biru Kalteng Pos Palangka Raya, Tlpn & Fax (0536) 3264171. Email Iklan : iklan@Palangkaekspres.com 
    Alamat Pemasaran: Gedung Biru Kalteng Pos Jl.Tjilik Riwut km.2,5 Palangka Raya, Tlpn & Fax (0536) 3264171, Email Pemasaran : pemasaran@palangkaekspres.com


    LOADING HALAMAN WEB DALAM 0.0535 DETIK