PALANGKA EKSPRES

TERDEPAN DAN SELALU LEBIH MAJU
Edisi 23 Mei 2018

Presiden Baru Korsel Warning Nuklir Korut

SEOUL - Presiden perempuan pertama di Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye akhirnya dilantik kemarin (25/2). Perempuan 61 tahun itu menggantikan pendahulunya, Lee Myung-bak, yang sama-sama berasal dari partai berkuasa, Saenuri-dang (Partai Saenuri atau New Frontier Party). Pelantikan Park berlangsung meriah. Mengenakan busana ala militer warna hijau, dia disumpah di Gukhoe (Majelis Nasional atau parlemen Korsel) di Kota Seoul.
 
Lebih dari 70 ribu warga negeri ginseng menyaksikan langsung acara di luar halaman gedung parlemen yang berada di kawasan Yeouido tersebut. Ketika menyampaikan pidato pertamanya, presiden ke-11 Korsel tersebut memperingatkan Korea Utara (Korut) untuk menghentikan program nuklirnya dan juga berhenti untuk menghabiskan sumber alamnya yang menipis bagi program pengembangan senjata.
 
Putri mantan diktator dan presiden ketiga Korsel Park Chung-hee itu pernah bertemu dengan (mantan) penguasa Korut Kim Jong-il pada 2002. Dia pun menawarkan bantuan ekonomi dan perdagangan jika Pyongyang bersedia menghentikan program nuklirnya. Park menyebut uji coba nuklir Korut pada 12 Februari lalu, atau kali ketiga sejak 2006, sebagai "sebuah tantangan bagi kelangsungan hidup maupun masa depan rakyat Korea".
 
Dia mendesak Pyongyang menghentikan ambisi nuklirnya dan bekerja sama untuk mewujudkan perdamaian. "Tidak boleh sampai terjadi kesalahan. Sebab, korban terbesar (program nuklir) itu kelak tidak lain adalah Korea Utara sendiri," tegasnya. Uji coba nuklir Korut menjadi sorotan utama Park saat menyampaikan pidatonya.
 
Dia menegaskan bahwa langkah membangun kepercayaan diperlukan untuk menghadapi ancaman serius atas keamanan nasional Korsel. "Kepercayaan bisa dibangun melalui dialog dan menepati janji yang pernah diucapkan," katanya. "Harapan saya adalah Korut akan mematuhi norma-norma internasional dan membuat pilihan yang benar agar proses pembangunan kepercayaan di Semenanjung Korea mencapai kemajuan," lanjutnya.
 
Saat pelantikan itu, media pemerintah Korut mengritik Seoul dan Washington menyangkut latihan militer bersama tahunan mereka. Pyongyang menudingnya sebagai latihan untuk persiapan invasi (ke wilayah Korut). Pemerintahan Kim Jong-un pun balas memperingatkan bahwa dua sekutu itu bakal "mati terpanggang api" jika menyerang Korut.
 
Uji coba nuklir Korut menjadi tantangan bagi Park karena dia bertekad untuk memperlunak pendekatan garis keras Korsel selama ini terhadap Pyongyang. Saat ini, Pyongyang maupun Washington, Beijing, dan Tokyo terus memantau apakah Park mewujudkan kebijakannya untuk meredakan kebencian dan permusuhan di Semenanjung Korea.
 
Atau, apakah dia akan melanjutkan kebijakan pendahulunya. Park dikenal sebagai sosok yang tegas dan sopan dalam setiap penampilannya di depan publik. Mengenakan jaket ala militer dan selendang, dia pun tersenyum lebar sambil melambaikan tangan dengan antusias kepada massa yang bersorak-sorai dan menyambutnya.
 
Pelantikannya dihadiri pemimpin perempuan dunia, yakni Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra. Selain itu, juga hadir Penasihat Keamanan Nasional AS Tom Donilon, Wakil PM Jepang Taro Aso, dan Wapres Indonesia Boediono. Seusai pelantikan, Park menuju Cheong Wa Dae (Istana Biru atau Blue House), kompleks kantor presiden seluas 25 hektare di Seoul.
 
Mengenakan Hanbok (busana tradisional Korsel) sutra berwarna emas dan merah, dia pun memasuki Cheong Wa Dae. Pelantikan Park berlangsung meriah. Sebelum dia diambil sumpahnya, superstar dan rapper kenamaan Korsel Park Jae-sang, yang populer sebagai PSY, tampil di depan para tamu dan puluhan ribu orang yang hadir.
 
Dia membawakan hit-nya yang terkenal di seluruh dunia, Gangnam Style. Anak-anak maupun warga yang lebih tua pun menirukan aksinya berjoget dan menari ala mengendarai kuda tersebut. Warga Korsel mendukung kepemimpinan Park. "Saya percaya penuh kepada dia sebagai presiden perempuan pertama. Dia harus lebih agresif terhadap Korut," ucap Jeong Byung-ok, 44, warga yang hadir dalam pelantikan tersebut bersama putrinya. (RTR/AFP/AP/cak/dwi)
Ingin berkomentar
Komentar Terbaru.

Komentar untuk "Presiden Baru Korsel Warning Nuklir Korut"

(harus diisi)
  • PALANGKA EKSPRES

    HARIAN PAGI PERTAMA DAN TERBESAR DI KALIMANTAN TENGAH

    Alamat Redaksi: Jl. Tjilik Riwut Km. 2,5 Gedung Biru Kalteng Pos Palangka Raya, Tlpn & Fax (0536) 3264171. Email Redaksi: redaksi@Palangkaekspres.com
    Alamat Iklan:Jl. Tjilik Riwut Km. 2,5 Gedung Biru Kalteng Pos Palangka Raya, Tlpn & Fax (0536) 3264171. Email Iklan : iklan@Palangkaekspres.com 
    Alamat Pemasaran: Gedung Biru Kalteng Pos Jl.Tjilik Riwut km.2,5 Palangka Raya, Tlpn & Fax (0536) 3264171, Email Pemasaran : pemasaran@palangkaekspres.com


    LOADING HALAMAN WEB DALAM 0.0529 DETIK