Warga Panti Membatik, Hasilnya Mengejutkan.

Jum`at, Tanggal 13-09-2019, jam 09:22:20

single-post

Batik Net

 

PALANGKA RAYA – Kain Batik motif Kalteng, karya warga panti sosial karya anak, ternyata lebih menarik perhatian  pengunjung di Kalteng Trade Expo 2019. Kegiatan yang digelar di Jalan Temanggung Tilung, Kota Palangka Raya ini dipamerakan di stan Dinas Sosial Provinsi Kalteng. Kain batik dalam produk berupa baju wanita dan pria ini juga dipromosikan untuk dipasarkan baik gaya hidup maupun buah tangan.

"Ini merupakan produk hasil binaan kita dari panti sosial karya wanita, kita dari Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinsos Kalteng, kita disini mempromosikan hasil karya anak-anak rawan sosial ekonomi dari berbagai daerah di Kalteng," Kata Sekretaris Dinsos Kalteng, Budi Santoso, Rabu (11/9).

Lanjutnya, Batik yang ditampilkan adalah hasil kerja dari anak-anak binaan tersebut selama lima bulan terakhir. Yang mana untuk belajar menjahit di panti sosial karya wanita sekaligus sebagai langkah bahwa pihaknya selama ini telah mendidik orang-orang agar berekonomi produktif untuk hidup yang lebih layak.

Selain itu, ada juga motif batik Dayak ini bisa untuk jaket, setelan kemeja kembar dan kaos.  "Mereka sudah bisa membuat jaket berbahan batik, baju dan bahkan mereka sudah bisa menerima pesanan dari pelanggan," ujarnya.

Ia juga menambahkan untuk pemeran hasil karya menjahit adalah yang pertama kali diikutsertakan dalam pameran. Kedepannya kita akan terus promosikan hasil-hasil produk anak binaan kita, karena kita punya banyak Panti Sosial Bina Remaja, Panti Sosial Karya Wanita, Panti Sosial Bina Laras Pambelum dan lainnya.

"Kedepannya akan kita promosikan baik itu tingkat daerah hingga nasional, kalau perlu Internasional. Namun hal tersebut harus diseimbangi dengan giat dari anak didik kita," tegas Sekretaris Dinsos tersebut.

Lebih lanjut Budi menyebutkan, usia rata-rata anak didik yang mereka antara 18 sampai dengan 35 tahun dan berasal dari berbagai kabupaten/kota yang ada di Kalteng. Melalui pembinaan terhadap wanita sosial rawan ekonomi yang telah diberikan keterampilan menjahit dan lainnya untuk bisa mengembangkan keterampilan yang telah diterima di panti, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup anak-anak binaan dari Dinsos. "Semoga saja ini dapat membantu mereka untuk memiliki skil, jadi jika membuka usaha sendiri akan lebih nyaman kedepannya," tutupnya. (PE)