SEAM Group Turut Mensupport

Pelaksanaan Dakwah Habib Umar Bin Hafidz dan Catatan Rekor MURI

Sabtu, Tanggal 28-09-2019, jam 02:26:07

single-post

FOTO ISTIMEWA UNDANGAN: CEO SEAM Group, Asep Sulaeman Sabanda (dua dari kanan) saat menyampaikan undangan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran kepada Habib Umar Bin Hafidz di kediamannya di Tarim, Yaman beberapa waktu lalu.

 

PALANGKA RAYA: Antusiasme masyarakat Kalteng dan sekitarnya termasuk Kalsel dan Kaltim untuk berkumpul di stadion Sanaman Mantikei malam ini (28/9) tidak terlepas dari hadirnya sosok ulama kharismatik asal Yaman Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.  Ditambah lagi, diiringi Pagelaran Rebana oleh peserta Terbanyak yang masuk catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) 2019.

Siang hari sebelumnya didahului dengan rentetan acara pertemuan (multaqo) ulama se-Kalimantan yang secara khusus dihadiri oleh tamu kehormatan ulama Turki dan disambung kemudian dialog lintas agama bersama para pemimpin lintas agama.

Habib Umar bin Hafidz adalah pendiri pesantren Darul Musthofa, Tarim, Handramaut  Yaman yang memiliki kegiatan rutin berdakwah keliling Indonesia dan belahan negara lain di seluruh dunia seperti Syiria, Lebanon, Jordania, Irak, Mesir, Pakistan, India, Malaysia, Singapura, Australia dan Eropa. Pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1994 sebagai utusan Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf yang berada di Jeddah dengan misi mengingatkan dan menggugah semangat dan rasa kepedulian para Alawiyyin Indonesia yang mulai lupa akan ajaran nilai-nilai leluhur sebagaimana telah dikeluhkan sebelumnya oleh Habib Anis bin Alwi al Habsyi, seorang ulama asal Solo Jawa Tengah kepada Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf. 

Kedatangan Habib Umar bin Hafidz ke Palangkaraya malam ini, tidak terlepas dari undangan khusus Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama dan demi untuk memenuhi keinginan warga Kalteng mendengarkan nasehat dakwah sang Habib. Melalui kerjasama dengan SEAM group dan Yayasan Muwasholah maka keinginan pemimpin masyarakat Kalteng ini disampaikan oleh CEO SEAM Group, Asep Sulaeman Sabanda langsung ke kediaman Habib Umar bin Hafidz di Tarim Yaman pada bulan Juli lalu. Kemudian disetujui sebagai rangkaian dari Safari Dakwah di Indonesia untuk tahun 2019. 


Demi memeriahkan dan melengkapi kegembiraan warga Palangkaraya dan sekitarnya, maka panitia berinisiatif memeriahkan agenda Habib Umar bin Hafidz dengan acara Pagelaran Rebana yang masuk catatan Museum Rekor Indonesia dengan kategori peserta terbanyak. SEAM Group melihat kegiatan Habib Umar dan Pagelaran Rebana harus didukung total demi kerukunan warga dan pelestarian kebudayaan nusantara yang hidup di masyarakat. 

 

Asep Sulaeman Sabanda, CEO SEAM Group mengatakan momentum kedatangan Habib Umar harus dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat Kalteng, Kalsel dan Kaltim, untuk mengasah spiritualitas secara kolektif dan pada saat yang sama melakukan persenyawaan sosial atas dasar Pancasila dan NKRI. 
“Spritualitas yang kuat menjadi basis penting manusia sebagai aktor penggerak pembangunan dan persatuan  menjadi bingkai terlaksananya cita-cita pembangunan. Pembangunan yang riuh dan banyak konflik sosial akan menyebabkan kelambatan kerja dan ketertinggalan ketika harus bersaing melawan negara-negara lain," ucapnya.

Asep menambahkan, operasi SEAM Group di Kalteng, Kaltim, Jambi, Jawa dan di banyak tempat lain didorong secara simultan bisa memberikan manfaat keekonomian sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat dan memberi sumbangsih besar bagi hidupnya budaya lokal seperti Dayak, Banjar, Kutai dan dan budaya-budaya lain dimana masyarakat itu tinggal.

SEAM GROUP merupakan holding company yang memiliki banyak diversifikasi usaha meliputi pilar bisnis infrastuktur seperti quary, crushing plant, asphalt mixing plant, batching plant dan Energi Terpadu meliputi tambang dan infrastruktur batu bara, pelabuhan, jalan hauling, manufaktur dan power plant yang tersebar dan berkembang baik di Kaltim, Kalteng, Jambi, Bengkulu dan Pulau Jawa dalam rencananya akan melakukan go public atau initial public offering di tahun 2020. (ans)