170 Tabung Diamankan

Bisnis Gas Melon Ilegel

Senin, Tanggal 07-10-2019, jam 08:28:29

single-post



PALANGKA RAYA – Main-main dengan gas elpiji bersubsidi, Rajiman berurusan dengan hukum. Sebanyak 170 gas melon harusnya untuk masyarakat miskin justru dijadikan usaha untuk mendapat untung dengan menjual keluar wilayah.

Bisnis ilegal tersebut justru menjerumuskan dirinya ke bilik jerugi besi. "Terdakwa tidak memiliki izin angkut gas ke daerah yang akan ditujunya, yakni Tumbang Samba," kata JPU, Heri Purwoko.

Heri juga menjelaskan, dengan menggunakan Suzuki Pikap KH 8437 NP, terdakwa mencoba membawa gas-gas tersebut ke Tumbang Samba dengan ditutupi terpal. Bahkan terdakwa sempat berbohong dengan berkata membawa sembako, karena tidak mudah percaya petugas langsung berinisiatif memeriksa.

"Benar saja dibagian belakang mobil terdakwa terdapat gas-gas bersubsidi tanpa izin angkut keluar daerah,” ujarnya.

Perbuatan  terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi subsidair Pasal 53 huruf b jo Pasal 23 ayat (2) huruf b Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Karena sesuai aturan, gas melon atau bersubsidi ini tidak diperbolehkan untuk dijual belikan diluar wilayahnya, terlebih lagi harus ada izin resmi yang dikeluarkan oleh dinas terkait. Dengan kejadian ini semoga tidak ada lagi yang mencoba mengangkut gas bersubsidi ini, karena ini diperuntukan untuk masyarakat tidak mampu," pungkasnya. (jun/her)