Picu Kanker, Obat Ranitidin Ditarik dari Peredaran

Rabu, Tanggal 09-10-2019, jam 07:58:15

single-post



PALANGKA RAYA – Lima produk ranitidin yang terdeteksi mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) resmi ditarik dari peredarannya di pasar dan instansi pelayanan kesehatan Indonesia. Hal ini, disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Obat ranitidin merupakan obat yang digunakan untuk menekan produksi asam lambung. Fungsi utama ranitidin ialah untuk mengurangi produksi asam lambung. Obat yang mengandung ranitidin biasanya digunakan untuk mengobati sakit maag. Bahkan, obat ranitidin disebut dapat memicu penyakit kanker. 

Kepala BPOM Kalteng Trikoranti Mustikawati, mengatakan jika saat ini, sesuai dengan perintah BPOM pusat. Jika pihaknya melakukan pengawasan terhadap peredaran obat yang mengandung ranitidin di wilayah Kalteng. Mengingat tidak semua produk yang mengandung raniditin tercemar oleh NDMA. 

"Obat ranitidin inikan digunakan untuk mengobati penyakit lambung dan usus, dan BPOM sudah memberikan izin terhadap obat ini sejak Tahun 1989. Karena sudah sesuai standar evaluasi keamanan, kasiat dan mutu. Namun seiring dengan hasil uji US FDA dan EMA pada 13 September lalu, jika kandungan ranitidin terkena cemaran NDMA," ungkapnya, kemarin (8/10).

BPOM, saat ini sedang melakukan pengujian dan pengambilan beberapa sample produk yang mengandung ranitidin. Dan hasilnya, ada beberapa produk yang mengandung NDMA dan melebihi batas yang diperbolehkan. Namun tidak semua produk hanya beberapa produk tertentu saja, karena cemaran NDMA di kandungan raniditin dapat memicu kangker.

“Karena hasil uji BPOM terhadap produk yang mengandung ranitidin melebihi batas ambang kandungan cemaran NDMA, maka BPOM telah memerintahkan kepada industri farmasi pemegang izin produk yang beredar untuk menghentikan produksi dan distribusi serta menarik kembali seluruh bets produk yang beredar terkhusunya di Kalteng juga kita lakukan itu," jelasnya.

Sementara itu, menurut Plt Dinkes Kesehatan Kota Palangka Raya dr Andjar, menjelaskan jika terkait dengan penarikan obat ranitidin di Kota Palangka Raya saat ini tidak dilakukan. Karena puskesmas yang ada di Kota Palangka Raya tidak ada menggunakan obat jenis ranitidin.

"Terkait dengan ada atau tidak ada jenis obat ranitidin yang beredar di luaran tentu itu bukan wewenang kita dan itu wewenang BPOM, cuma untuk penindakannya tentunya nanti bisa dilakukan oleh Dinkes,"pungkasnya.(iko/cen)