PT AUS Digugat Ratusan Miliar

Lantaran Diduga Membakar Lahan dengan Sengaja

Rabu, Tanggal 09-10-2019, jam 02:08:13

single-post

WAWANCARA: Bidang Sumber Daya Alam dari KLHK, Sri Indrawati, ketika diwawancarai awak media, Kamis (09/10/2019). FOTO:JUN/PALANGKAEKSPRES.COM

PALANGKA RAYA-Diduga melakukan pembakaran lahan dengan sengaja. PT Arjuna Utama Sawit (PT AUS) digugat oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

"Karena sudah membuat kebakaran hutan dan lahan, makanya kami gugat dengan nominal ganti rugi ratusan miliar,"kata Kepala Seksi Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup melalui Pengadilan Bidang Sumber Daya Alam KLHK, Sri Indrawati, Kamis (09/10/2019).

Ia menjelaskan, PT AUS yang berada di Kabupaten Katingan ini diduga telah membakar lahan seluas 970,44 hektare (Ha).Pihaknya kami menggugat Rp 115,856 miliar. Sementara untuk pemulihan lingkungan nilai gugatan mencapai Rp 243,291 miliar.

Jika memang terbukti di pengadilan dan diputuskan sesuai dengan sanksi yang ada. Pihaknya harus menjalani putusan tersebut.

"Harus dilaksanakan putusan pengadilan jika memang nantinya terbukti," tegasnya.

Terpisah,  Kuasa Hukum PT AUS, Arman, merasa tidak pernah melakukan pembakaran hutan dan lahan seperti yang digugatkan oleh KLHK. Hal tersebut, telah dibuktikan oleh pihaknya melalui bukti dan ahli yang dihadirkan dalam persidangan.

"Dalam jawaban kami tidak sesuai seperti itu, kita sedang dalam proses penyelesaian dan kami akan tunggu seperti apa dan bagaimana putusan kami tetap pada butir jawaban,"ujar Arman usai persidangan.

Sekedar diketahui, PT AUS diminta untuk mencabut setiap pohon kelapa sawit yang ditanam dan membayar denda Rp 700.000 per batang pohon kelapa sawit yang ditanam di lahan perkebunan yang telah terbakar.

Selain itu, PT AUS juga diminta untuk membayar denda sebesar enam persen per tahun dari total nilai ganti kerugian untuk setiap hari keterlambatan pembayaran sampai seluruhnya dibayar lunas. (jun/cen)