​Dukung UMKM Naik Kelas, BRI Beri Pelatihan Kepada 10.000 Pelaku UMKM

Selasa, Tanggal 12-11-2019, jam 09:26:50

single-post

FOTO: JUN/PE PEMBUKAAN: Pemimpin Wilayah Cabang BRI Palangka Raya Ami KurniawanDidampingiKepalaDinasKoperasidan UMKM ProvinsiKalteng Lies Fahimahmembukasecararesmipelatihan UMKM, kemarin (11/11).

 

PALANGKA RAYA – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmen untuk menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia. Yang terbaru, melalui program CSR BRI Peduli, Bank BRI menggelar pelatihan kepada 10.000 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemimpin Wilayah Cabang BRI Palangka Raya Ami Kurniawan menjelaskan, program pelatihan ini diselenggarakan di 100 lokasi dengan masing-masing 100 peserta. Khusus untuk Kantor Wilayah BRI Palangka Raya, pelatihan dilakukan di Hotel Swiss Bell Palangka Raya dengan total 100 peserta.

"Untuk Palangka Raya UMKM yang hadir 100 orang,  bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada UMKM tersebut," Kata Ami Kurniawan, kemarin (12/11).

Ami menambahkan Pelatihan ini diselenggarakan Bank BRI untuk meningkatkan kapabilitas UMKM untuk go modern, go digital, go online dan go global. Dengan program terkait administrasi dan manajemen keuangan, pelatihan terkait e-commerce, akses informasi terhadap permodalan, hingga info pasar. “Program ini diikuti oleh pelaku UMKM, termasuk para UMKM cluster unggulan daerah, selain itu acara ini juga diikuti oleh BUMDes,” imbuh Ami.

 

Pelatihan 10.000 UMKM ini merupakan salah satu program CSR BRI yang digelar dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun BRI ke-124 Tahun yang jatuh pada 16 Desember 2019 mendatang. Program CSR lain yang digelar Bank BRI diantaranya pembangunan / perbaikan 200 rumah tidak layak huni, program padat karya 50 lokasi serta konservasi kawasan sungai di 19 wilayah. 

“Melalui berbagai program CSR yang digelar dalam rangka HUT ke-124, Bank BRI menunjukkan komitmen menjalankan peran sebagai agent of development," terangnya.

Sehingga kehadirannya semakin memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi kerakyatan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. "Supaya UMKM di Palangka Raya semakin meningkat dalam membuka bisnis, yang diera digital ini harus lebih pintar," tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalteng Lies Fahimah menerangkan mulai sekarang UMKM yang ada di Palangka Raya harus membuka bisnis melalui online. " Harus melalui online agar terus meningkat pemasarannya," pungkasnya. (Jun)