Yantenglie Bantah Kesaksian Bupati

Tidak Akur Sejak Dulu.

Rabu, Tanggal 15-05-2019, jam 07:41:37

single-post

FOTO: JUN/PE PERSIDANGAN: Bupati Katingan Sakariyas ketika dihadirkan menjadi saksi sidang Ahmad Yantenglie, kemarin (14/5).

PALANGKA RAYA - Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi APBD Kabupaten Katingan yang menjerat Ahmad Yantenglie kembali bergulir. Kali ini Sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palangka Raya  menghadirkan Saksi Bupati Katingan Sakariyas, namun keterangan tersebut dibantah Yantenglie.

Berdasarkan keterangannya di depan Ketua Majelis Agus Windana, Sakariyas menuturkan, pemindahan uang ke Bank BTN tersebut baru diketahuinya pada 2017 lalu. Dimana saat itu, dia menanyakan kepala BPKAD terkait aset apa saja yang berada di luar kota. 

“Setelah mengetahui itu semua, saya perintahkan untuk menarik semua aset tersebut. Namun untuk uang yang ada di Bank BTN tidak bisa ditarik,” ungkapnya, kemarin (14/5).

Alasan tidak bisa dilakukan penarikan di Bank BTN, karena tanpa satu orang pun menjawab surat yang pihaknya kirimkan. Bahkan lantaran ingin menanyakan keberadaan uang tersebut, dia beserta beberapa pemangku jabatan langsung mendatangi bank yang berada di Jalan Sawah Besar.

“Sudah dua atau tiga kali mengirimkan surat, namun tidak ada jawaban, disitulah saya merasa kecewa. Padahal saya sendiri yang meminta tanggapan atas keberadaan uang yang raib sebesar Rp 35 miliar,” tuturnya.

Terkait proses pemindahan uang tersebut, Sakariyas mengaku tidak menanyakannya kepada Tekli. Alasannya Tekli mengaku, bahwa diperintah pak Yantenglie semua. “Saya tidak menanyakan, karena memang pengakuan Tekli seperti itu,” ujar Sakariyas.

Sebenarnya, menurut Sakariyas untuk pemindahan dana tersebut harus ada rapat atau pertemuan antara Bupati, Sekda dan Asisten tiga. Sedangkan Wakil Bupati sebenarnya tidak diundang pun tidak jadi masalah. “Harus ada pertemuan, bahkan MoU pun wajib ada. Sedangkan yang tanda tangan di dalam MoU itu yakni kepala BPKAD, diketahui bupati dan harus ada kesepakatan,” tuturnya.

Terkait Pemkab Katingan mendapatkan dua unit ambulans, Sakariyas mengaku hanya mendengar. Namun secara fisik dan siapa yang menerima serta menyerahkan dirinya tidak mengetahui hal tersebut. “Saya tidak tahu masalah ambulans itu. Yang diketahuinya itu sudah disita Kejaksaan. Memang kita ada dana taktis atau mendesak dan itu pun untuk bencana alam, bukan advokasi,” imbuhnya.

Mendengar keterangan saksi Bupati, Yantenglie merasa keberatan, bahwa segala sesuatu tidak dilaporkan kepadanya. Lantaran pihaknya sudah ada pembagian tugas yang jelas, jadi tugas saksi itu melakukan pengawasan, mengevaluasi dan mengkoordinasikan. “Terkait pernyataan Sakariyas yang menyebutkan tekli diperintah dirinya  itu tidak benar. Karena saya tidak pernah memerintahkan tekli,” katanya.

Mendengar tanggapan Ahmad Yantenglie, Sakariyas menegaskan tetap pada keterangannya. “Tetap pada keterangan saya pak hakim,” imbuhnya. (jun/abe)