​Ledeng Diputus PDAM, Pria Bersajam Ngamuk

Rabu, Tanggal 15-05-2019, jam 07:53:46

single-post

POLISI FOR PE GERAM: Petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Aipda Toha berusaha menenangkan Feli dengan membawa parang mengamuk akibat air ledeng rumahnya diputus PDAM, Senin (13/5) lalu.

PALANGKA RAYA - Gara-gara sambungan air ledeng diputus oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), seorang pria, Feli (30) mengamuk pada Senin (13/5) sekitar Pukul 15.00 WIB. Feli marah-marah sambil membawa sebuah senjata tajam (sajam) jenis parang terhadap adiknya dan warga sekitar Jalan Jogjakarta Block D, Komplek Perumahan Betang Griya RT 01, RW 13 Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya.

Kapolsek Pahandut AKP Sony Risky Anugrah melalui petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Aipda Toha mengatakan, bahwa kejadian tersebut benar adanya. Toha mendapatkan laporan dari warga sekitar jika ada orang yang ngamuk dan marah-marah sambil membawa sajam, sehingga langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sekitar Pukul 14.45 WIB, saya ditelpon salah satu warga di sana yakni Ketua RT Ariansyah, jika ada pria dengan membawa sajam yang mengamuk sambil marah-marah kepada adiknya serta warga sekitar. Juga mengancam warga disitu. Lalu kita langsung kesana untuk melerai dan menenangkan orang yang bersangkutan agar tidak sampai melukai orang atas kekesalannya itu,” ucap Toha.

Setelah pihaknya melakukan pendekatan, saudara Feli ternyata marah, lantaran sambungan air ledeng di rumahnya diputus oleh PDAM. Hal tersebut dikarenakan Feli menunggak pembayaran selama beberapa bulan lamanya. 

Setelah mendengarkan permasalahan saudara Feli yang mengamuk. Kemudian petugas bersama warga sekitar berinisiatif membantunya untuk membuat sumur bor dan memasangan Hitachi. Beruntung, Feli tidak sampai melukai adik atau pun warga lainnya. 

“Saya bersama Ketua RT dan warga sekitar,  akhirnya membantu saudara eli dengan membuatkannya sumur bor. Lalu saya menasehati yang bersangkutan, agar tidak melakukan tindakan marah tanpa sebab. Bahkan membawa parang yang mengancam adik dan warga lainnya.

Pihaknya meminta, jika ada masalah bisa dibicarakan baik-baik saja, sehingga tidak terjadi tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. “Yang nantinya bisa berujung pada pelanggaran hukum,” imbuhnya. (iko/abe)