25 Orang Korban Dokter Kecantikan KW alias Gadungan

Buka Praktek di Hotel, Kini Ke Hotel Prodeo

Rabu, Tanggal 05-02-2020, jam 09:33:49

single-post

FOTO:TEGUH*/PE RILIS: Wadirkrimsus Polda Kalteng AKBP Teguh Widodo menunjukkan barang bukti saat rilis ke awak media, kemarin (4/2). INSET: Barang bukti yang berhasil diamankan.

 
PALANGKA RAYA – Membuka praktik kecantikan tanpa dilengkapi izin yang resmi. HN “dokter gadungan kecantikan” harus pasrah digelandang ke markas polisi. Perempuan 33 tahun ini berhasil diamankan dari sebuah hotel yang ada di Kota Palangka Raya.
 
Terbongkarnya praktik kesehatan dengan tujuan mempercantik wajah tersebut berkat informasi dari masyarakat. Hal tersebut, disampaikan Wakil Direktur Kriminal Khusus (Wadirkrimsus) Polda Kalteng, AKBP Teguh Widodo.
 
Ia membenarkan, jajarannya berhasil membongkar praktik ilegal untuk mempercantik wajah yang dilaksanakan di sebuah kamar hotel. Berhasil diamankan pada Rabu (29/1) lalu. “Petugas kita berhasil mengamankan HN yang membuka praktik kesehatan dan kecantikan wajah tanpa memiliki izin yang resmi. Ini juga berkar informasi dari masyarakat,” terang Teguh biasa disapa, kemarin.  
 
HN ini terang Teguh, membuka kegiatan ilegalnya sejak Bulan Juli tahun 2019 lalu. Kepada penyidik tersangka mengaku sudah melayani pasien sebanyak 25 orang. Adapun praktik yang dilakukan yakni, pembuatan lesung pipit dengan kisaran harga Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1,5 juta, veener gigi Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, sulam alis dan bibir mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta, juga pembuatan tato serta menghilangkan kerutan dengan biaya Rp 200 ribu. 
 
"Tersangka ini sudah meraup keuntungan yang banyak aktivitas ilegalnya,” ucap Teguh. Untuk saat ini, tersangka HN beserta barang bukti telah diamankan di mapolda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
 
"Kami sudah melakukan penahanan terhadap tersangka dan yang bersangkutan akan menjalani proses penyidikan selama 20 hari kedepan. Tersangka dikenakan Pasal 78 jo 73 ayat (2) Undang-Undang No.29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dengan maksimal lima tahun penjara," pungkasnya. (guh*/cen)