Tangisan Balita Penderita Jantung Bocor

Berharap Uluran Tangan Donatur untuk Kesembuhan Reva

Kamis, Tanggal 06-02-2020, jam 09:56:57

single-post

FOTO: RUL/PE TOLONG: Reva Nadira, balita pengidap jantung bocor saat dalam ayunan sembari meminum susu, kemarin (5/2).

Sungguh miris melihat kondisi Reva Nadira. Balita cantik berusia tiga bulan dari pasangan Hairul Fahmi dan Dinah warga Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya ini mengidap jantung bocor.

 

DALAM kunjungan kami, secara sepintas tidak terlihat kelainan pada Reva Nadira, karena balita tiga bulan ini seperti anak-anak pada umumnya. Akan tetapi, pada saat dirinya asyik dalam ayunan dalam kunjungan kami, Reva selalu merengek dan hembusan nafas yang nyaring terdengar.

Reva Nadira, lahir pada 19 Oktober 2019 dengan nomor kartu dalam BPJS Kesehatan 0002900513452. Anak bungsu dari pasangan Hairul Fahmi (1991) dan Dinah (1992) dan adek dari kedua abangnya yakni Fahrul Reza (2014) dan Refa (2016), memang terlahir dengan kondisi mengidap kelainan jantung bocor bawaan.

Sang ibu Dinah mengatakan, bahwa garis keturunan dari bapaknya membawa sakit ini. "Diagnosa dokter bahwa Reva mengidap kelainan jantung bawaan. Bapak saya (kakek Reva) dua tahun lalu tutup usia karena sakit yang sama. Selain itu ada tiga juga keluarga bapak yang mengalami sakit jantung bocor," cerita pembuka sang ibu menyambut kedatangan pimpinan Redaksi Palangka Ekspres, Vincensius (35) saat menjenguk Reva.

Keluarga kecil ini menempati rumah kayu, warisan dari orang tua Hairul Fahmi, (Ayah Reva) di sebuah Gang Usup Tiung, dekat Dermaga Kereng Bangkirai RT002/RW001, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

"Kami masih menempati rumah orang tua dari suami (Hairul Fahmi). Saat ini dia lagi kerja swasta, tepatnya jasa fotografer acara pernikahan atau momen penting," katanya.

Selama cerita berlanjut, Reva terbangun, ayunanya bergerak. Perhatian kami pun menuju ke Reva. Sedikit mengintip ke dalam ayunanya, Reva membuka matanya sambil meminum susu. Badannya sangatlah kurus, walau setiap dalam sehari bisa menghabiskan lebih lima botol susu formula BL (Baru Lahir).

"Sulit untuk tidur nyenyak karena sakitnya itu. Bila sakitnya menyerang, Reva sesak nafas, jadi apapun kami lakukan untuk membuatnya tenang seperti selalu salah. Selalu nangis. Kami sedih melihat kondisinya," katanya.

Reva menunjukkan kelelahannya, matanya  bengkak kurang istirahat. Vincensius (Pimpinan Redaksi PE) sesekali menyapa. "Hai, semoga lekas sembuh ya. Jangan menyerah dengan sakit ini, pasti ada jalan untuk membantu Reva," ucapnya.

Kepada kami, Dinah yang hanya sebagai ibu rumah tangga ini, juga memperlihatkan beberapa rekam medik Reva saat di rawat di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. "Kami tahu penyakit Reva sejak umur berjalan dua bulan, dia sesak nafas tiga hari. Kami bawa ke Doris dan didiagnosa bocor jantung. Selama sepekan di rawat dan disarankan untuk rujukan ke rumah sakit di Jakarta spesialis jantung," katanya.

Saran ini menambah kesedihan mereka. Pasalnya, dalam memenuhi keperluan sehari saja bisa dikatakan kurang. Namun itu tidak membuat mereka putus asa. "Kami waktu itu minat agar dirujuk ke Banjarmasin, siapa tahu ada yang bisa menangani, tapi sarananya terbaik adalah ke Jakarta. Katanya kalau kami siap berangkat, maka akan dikeluarkan surat rujukannya," katanya.

Memang benar, Reva memiliki kartu BPJS kelas III, Faskes tingkat I Kereng Bangkirai. Namun untuk biaya keberangkatan dan biaya selama rawat jalan di Jakarta tidaklah ada. Terdengar suara haru dan memohon, kiranya ada uluran tangan donator yang mau membantu Reva.

"Kami tidak ada keluarga di Jakarta, bahkan tidak tahu kehidupan disana. Kami mohon kiranya ada yang mau membantu kami," ucapnya dan suasana saat itu tampak sedih. Sejenak suasana hening hingga terdengar suara berat nafas Reva, berjuang melawan sakitnya. Disini besar harapan, agar informasi ini dapat membuahkan hasil terbaik membantu balita ini. (*)

Penulis Maruli FX Sinurat, Palangka Raya