Genjot Realisasi Belanja

Senin, Tanggal 10-06-2019, jam 03:20:04

single-post

MediacenterKalteng

PALANGKA RAYA - Plt Kepala Badan Pengelolan Keuangan dan Aset (BPKAD) Kota Palangka Raya Absiah mengatakan, jika realisasi belanja daerah Kota Palangka Raya pada triwulan kedua hanya berkutat di angka 16 persen. Realisasi belanja daerah sebesar itu, kata dia, masih jauh dari target, sehingga harus digenjot untuk mengejar ketertinggalan.

“Target capaian yang masih rendah ini dikarenakan adanya sejumlah kendala yang dihadapi oleh Perangkat Daerah (PD),” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (7/6).

Diungkapkan Absiah, sejumlah kendala yang menyebabkan realisasi belanja masih rendah, salah satunya adalah masih kerap terlambat proses pelaksanaan sejumlah proyek fisik.

Hal itulah yang menyebabkan realisasi belanja ini tidak mampu dicapai maksimal targetnya. Kondisi ini berbeda dengan Belanja Tidak Langsung (BTL) atau belanja pegawai yang justru melampaui target.

“Untuk BTL sudah berada pada target termasuk belanja yang dari anggaran pusat untuk daerah,” terangnya.

Sebagai upaya menggenjot realisasi belanja daerah, maka menurut Absiah, ada beberapa alternatif untuk menyiasati keterlambatan pekerjaan proyek agar tidak mempengaruhi pada realisasinya. Salah satunya dengan melakukan perencanaan pada awal tahun sebelumnya.

“Nah, ketika awal tahun anggaran pelaksanaan yang berupa fisik itu sudah dapat dimulai dan berjalan, maka realisasi belanja bakal tepat waktu serta sesuai dengan target,” bebernya.

Selebihnya Absiah berharap, agar para PD dapat bekerja keras, terutama memasuki triwulan kedua dan ketiga guna mengejar realisasi belanja.

“Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin tidak mau realisasi ini rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Maka itu PD dapat memperhatikan realisasi dianggarannya masing-masing,” tutupnya. (kaltengpos)