Acil, Harga Sembako Masih Mencekik.

Selasa, Tanggal 11-06-2019, jam 04:13:10

single-post

FOTO: NATAN*/PE PEDAGANG: Salah satu pedagang ayam potong dan pedagang sembako di Pasar Kahayan, kemarin (10/6).

 

PALANGKA RAYA - Pascahari raya Idul Fitri, harga sembilan bahan pokok (sembako), seperti daging ayam potong, tempe dan tahu masih belum stabil. Sebelumnya, tiga jenis makanan tersebut sempat mengalami kenaikan cukup signifikan saat lebaran. Mengalami penurunan pascalebaran, namun masih dengan harga yang bervariatif dan belum normal.

Imah, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Kahayan Kota Palangka Raya menuturkan, bahwa sebelumnya harga ayam potong mencapai Rp 42 ribu per kilogram. Setelah hari raya, sudah menurun seharga Rp 30 ribu per kilogram.

“Pas hari raya harga ayam Rp 42 ribu. Sudah turun sekarang Rp 30 ribu,” tuturnya kepada awak PE di Pasar Kahayan, kemarin (10/6).

Hal serupa juga diungkapkan pedagang lainnya, pasangan suami istri Bani dan Midah misalnya, tempe yang dijual saat ini dengan harga Rp 5 ribu untuk ukuran kecil dan Rp 12 ribu untuk ukuran besar. Sementara pada saat Idul Fitri masih mencapai harga Rp 8 ribu untuk ukuran kecil. “Sekarang normal aja kalau tempe sama tahu, kalau kemarin memang mahal,” ucap Midah.

Sementara itu, seorang pembeli, Mira saat membeli kebutuhan pokok sehari di Pasar Kahayan mengatakan, harga bahan pokok seperti ayam dan tempe tahu serta bahan lainnya masih mahal. Seperti daging ayam potong harga Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu, sedangkan harga tahu balok kecil 10 biji seharga Rp 12 ribu dan tempe kecil Rp 8 ribu perbiji. Bahkan gula merah pun Rp 4 perbiji.

“Padahal perhitungan saya dengan bawa duit Rp 100 ribu bisa membeli bahan pokok untuk masak lumayan banyak. Saya berharap pasar jauh lebih murah dari warung atau kios dagang sayuran dan lainnya. Ternyata di Pasar Kahayan harga-harag jauh lebih mahal,” ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan seorang pembeli, Yulita saat belanja di Pasar Besar. Dia menuturkan, harga memang masih belum kembali normal seperti sebelum bulan ramadan. Sebelumnya daging ayam potong Rp 30 ribu, kini masih bertahan Rp 40 -42 ribu per kilogram, selain itu juga, harga bawang merah mencapai Rp 45 ribu perkilogram. “Jadi pokoknya harga di pasar masih mahal semua. Sampai ikan asin pun mahal. Salah satu pedagang saya anggap mau curang dengan menjual terasi udang ABC Rp 1000 perbiji. Padahal di warung pinggiran Rp 500 perbiji,” ujarnya. 

Mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya Ikwanudin mengatakan, pihaknya akan turun ke lapangan untuk memastikan ketidakstabilan tersebut. Dijelaskannya, dengan meninjau secara langsung akan lebih diketahui dengan pasti apa yang menjadi penyebab harga belum stabil. Disisi lain ia menilai, bahwa keadaan tersebut tidak akan berlangsung lama.

“Kita akan cek dulu, dalam waktu dekat ini lah. Harapan kita ya ini nggak bertahan lama. Nanti setelah kita cek akan lebih jelas masalahnya. Dimana dan solusi yang tepat seperti apa,” jelasnya. (hen/abe)