Perda Dihasilkan Harus Memiliki Kualitas

Selasa, Tanggal 11-06-2019, jam 04:44:42

single-post

LEPAS FOTO: HUMAS MENJALANKAN TUGAS: Ketua DPRD Kapuas Algrin D Gasan bersama Bupati Ben Brahim S Bahat, Wabup HM Nafiah Ibnor dan Kapolres AKBP Tejo Yuantoro beserta Ketua TP PKK Kapuas Ary Egahni, saat pengecekan pengamanan lebaran.

 

KUALA KAPUAS – Calon legistif (Caleg) yang terpilih pada 17 April 2019 lalu segera dilantik, sedang masa jabatan anggota DPRD Kabupaten Kapuas periode 2014-2019 hitungan hari berakhir.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kapuas Darwandie, mengimbau agar ke depan DPRD Kapuas periode selanjutnya, memiliki target dari dalam menyelesaikan sebuah peraturan daerah (perda).

"Itu merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Jadi ke depan dalam tata tertib dewan yang baru, perlu dimasukan target penyelesaian perda sebagai dasar, sehingga bisa terselesaikan dengan optimal," kata Darwandie, belum lama ini.

Kemudian lanjutnya, baru 40-60 persen tugas legislasi pembuatan produk perda bisa dilaksanakan, tapi dalam pelaksanaan tidak runut berdasarkan Prolegda atau Propemda. Sebab, tambah dia, pada perjalanannya ada perda yang harus diprioritaskan lantaran dianggap mendesak.

“Semua harus ada target sejak awal. Karena Propemperda melambat penyelesaian Perda. Baik itu lembaga legislatif maupun eksekutif, sehingga diperlukan target sejak awal," tegas politikus PPP ini.

Perlu diketahui, katanya, setiap produk Perda yang dihasilkan atas kesepakatan DPRD dan pemerintah daerah, tidak hanya mengejar target pencapaian kuantitas kebutuhan regulasi. Karena sebuah Perda yang dihasilkan itu harus berkualitas baik aspiratif dan akuntabel untuk dijadikan dasar hukum operasional setiap kebijakan daerah.

"Intinya dapat berkontribusi terhadap perkembangan daerah. Sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan daerah," pungkasnya. (alh)