Tiga Bulan Menetap Di Gumas, Menambang emas dan Mendirikan pondok.

Benarkan, Teroris Dirikan Basis di Pedalaman.

Rabu, Tanggal 12-06-2019, jam 04:44:19

single-post

@instagram humaspoldakalteng

 

KUALA KURUN – Keberadaan Kelompok terduga teroris yang diamankan di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah telah lama dicurigai warga. Dalam kurun waktu tiga bulan lalu, kelompok ini sudah berdomisili bahkan memiliki pekerjaan sebagai penambang emas. Bahkan kelompok itu dalam pembangunan satu buah pondok di daerah Dam Biwit.

Berdasarkan informasi warga yang pernah berinteraksi dengan individu dalam kelompok terduga teroris menceritakan, mereka awalnya menetap di DAM Sakata Tewah, DAM Biwit, Pasir Puti dan pindah ke kecamatan Rungan Hulu, Desa Tumbang Tuwe.

Dalam kesehariannya begitu sederhana. Berinteraksi dengan warga disaat perlu. Saat dalam bekerja, yakni menambang emas hanya bicara seperlunya. Bahkan pejabat Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Camat Hengki Panto membenarkan bahwa warganya kerap bercerita tentang kelompok tersebut.

“Mereka ini sebenarnya sudah diketahui oleh warga kita sejak tiga bulan yang lalu sebelumnya mereka tinggal di berpindah dan pindah ke Tumbang Tuwe untuk ikut orang menambang emas.  Namun, belum pernah bersosialisasi dengan warga kita,” ucap Hengki Panto saat dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (11/6) sore.

Dianjutkanya, mereka tersebut pernah membangun satu buah pondok di daerah Dam Biwit. Akan tetapi belum selesai dan pindah lagi dan bekerja di Tumbang Tuwe, Kecamatan Rungan Hulu.

Cerita lainnya disampiakan dari petugas Losmen Tria Sari, tempat beberapa orang dalam kelompok terduga teroris ini di amankan polisi. Informasi yang dihimpun berawal ada pengendarra  mobil Ranger warna Merah membawa ke losmen dan memesan dua kamar untuk menginap.

“Saya KTP dengan nama Haliyardi kalo gak salah, orang Kampung Simpang Plaihari  namun kelahitan Bogor.  Mereka menginap satu malam dengan sewa dua kamar. Mereka 10 orang dewasa dan tiga anak kecil. Aku sempat tanya kerjaannya adalah  mendulang emas atau ikut tambang,” tutur Ali resepsionis losmen.

Bahkan dalam postingan Instagram @humaspoldakalteng, jajaran Densusn 88 meringkus lima orang terduga teroris hingga kedalam hutan. Yakni di Desa Sakatak Kecamatan Tewah. Dijelaskan kondisi medan lapangan cukup berat. Petugas polisi harus melewati sungai dan hutan Kalimantan. (tim)

Galeri Foto  IG @Humasoldakalteng