Nekat, 300 meter Kabel Tembaga di "Makan" Pelajar SMA

Rabu, Tanggal 12-06-2019, jam 07:31:25

single-post

FOTO UDI/PE TERTANGKAP: YH (berbaju merah) terduga pelaku pencurian kabel tembaga milik PT LBP yang berhasil diamankan.

 

PURUK CAHU - Dengan alasan  ekonomi dan ajakan jahat teman, seorang siswa SMA berinisial YH (17) nekat mencuri kabel tembaga pada Minggu (9/6) siang. Kabel sepanjang 300 meter milik PT Liman Bangun Perkasa (LBP) di Desa Tahunjun Ontu, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Puruk Cahu, Murung Raya, sukses di curi kemudian dijual. Hasilnya digunakan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Merasa aksinya sukes, YH kembali beraksi, namun sayang, aksinya diketahui penjaga PT LBP yang berlanjut dengan penangkapan kemudain diserahkan kepolisi.

Kapolres Mura AKBP Esa Estu Utama SIK melalui Kapolsek Tanah Siang Ipda Dik Supriyo membenarkan, kejadian pencurian ini. Pihaknya saat ini masih memeriksa secara intensif YH salah satu terduga pelaku yang berhasil tertangkap setelah mencoba melarikan diri dari kejaran penjaga basecamp.

“YH saat ini masih kita periksa dan terduga pelaku ini merupakan salah satu dari tiga orang kawanan pencuri kabel tembaga milik PT LBP. Mereka berhasil diamankan oleh petugas jaga basecamp PT LBP,” kata Kapolsek Tanah Siang ini kepada PE, Selasa (11/6).

Sebelumnya kejadian pencurian kabel tembaga ini terjadi pada hari minggu (9/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Dari pengakuan Laisnu (52) salah satu saksi yang merupakan penjaga malam basecamp menjelaskan bahwa aksi ketiga kawanan pencuri ini diketahuinya saat melakukan patroli rutin keliling sekitar camp.

"Saya curiga malam itu waktu saya liat kesekitar area belakang camp ada beberapa cahaya lampu senter. Saya coba dekati ternyata ada tiga orang kawanan pencuri kabel tembaga yang saat itu berhasil membawa sekitar 300 meter kabel tembaga kami,” jelas Laisnu.

Saat itu saksi melihat ketiga pencuri ini sedang berusaha mengoyak bungkus kabel tembaga ini  dengan tiga bilah parang. “Saya tidak langsung mau maju, karena mereka memiliki senjata. Saya liat ada parang, belati dan senapan angin, jadi saya coba hubungi penjaga lainnya,” tambahnya lagi.

Sehingga dua pelaku lainnya berhasil kabur dan pihaknya hanya mampu menangkap dan mengamankan YH saat ingin ikut kabur.

Akibat aksi yang ternyata sudah pernah dilakukan oleh kawanan maling ini, pihak PT LBP mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta. Saat ini terduga pelaku dan beberapa barang bukti seperti badik, tas pinggang milik YH serta kabel tembaga hasil pencurian ini diamankan di Mapolsek Saripoi untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. (udi/abe)