Solder, Panci, dan Serbuk Disiapkan Untuk Apa ya ?

Merakit Bom sambil Menambang Emas.

Kamis, Tanggal 13-06-2019, jam 03:19:27

single-post

Net


PALANGKA RAYA – Sejak masuk ke Tewah Kabupaten Gunung Emas sekitar tiga bulan lalu, kelompok yang diduga teroris itu tidak menimbulkan kecurigaan sama sekali. Masyarakat di Tewah juga menganggapnya biasa-biasa saja. Apalagi mereka datang ke Tewah untuk mencari pekerjaan bukan untuk membuat keonaran.


Warga Tewah tidak menaruh curiga sama sekali. Hanya beberapa bulan terakhir ini akan agak aneh. Karena mereka hidup mengasingkan diri di daerah pehumaan jauh dari keramaian Kota Tewah. “Mereka pernah mendatangi pehumaan saya untuk mencari pekerjaan. Mereka mengaku dari Banjarmasin,” kata H Abdurrahman warga Tewah Kabupaten Gunung Mas.


Kebetulan di Tewah ada beberapa pengusaha walet yang memerlukan tenaga untuk menjaga sarang burung walet. Lalu, mereka bekerja menjaga sarang burung walet. Mereka juga tinggal di pondokan di sekitar sarang burung walet. Selama menjaga walet itu, mereka sambil berladang menanam sayur-sayuran. Terkadang hasil sayur-sayuran dijual ke Tewah.


Selain menjaga sarang burung walet, warga pelarian dari Aceh itu juga bekerja menambang emas milik masyarakat. “Setahu saya, aktivitas mereka sehari-hari ya seperti itu. Jaga walet, ikut nambang emas, ikut behumaan,” ujar Abdurrahman.


Warga Tewah baru mengetahui jika mereka terduga teroris setelah terjadi penggrebekan di sebuah penginapan di Tewah. Informasinya mereka akan berangkat ke Jakarta melalui Palangka Raya. Namun ketinggalan taksi malam yang menuju Palangka Raya. “Akhirnya rombongan bermalam di penginapan. Eh tahu-tahu dengar kabar mereka digrebek,” ucapnya.


Informasi yang dihimpun PE, selain menjaga walet dan ikut menambang emas milik warga, mereka juga berlatih terutama berlatih cara-cara merakit bom. Pada saat penggrebekan juga ditemukan alat-alat yang mengindikasikan perakitan bom. Seperti alat soder, serbuk, panci dan beberapa alat lainya. (Tim)