Hutan Kalteng Tempat latihan Kelompok Uzla.

Kamis, Tanggal 13-06-2019, jam 05:33:58

single-post

Ilustarasi

 

PALANGKA RAYA – Keberadaan kelompok teroris di Kalteng ini, memang dikarenakan jaringan mereka yang sedang latihan militer di Aceh telah berhasil terungkap. Maka itu, sisa dari mereka yang merupakan bagian dari jaringan perakit bom tersebut berhasil kabur dan salah satu tujuannya Kalteng, betulah yang disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko pada Rabu (12/6).

Lanjut Anang, penangkapan jaringan teroris JAD di dua wilayah itu, atas kerja sama tim Densus 88, Polda Kalteng, BIN dan dibantu informasi masyarakat.

“Kita tetapkan tersangka yakni Tomny dan Abdullah. Mereka pengikut Abu Hamzah, jaringan perakit bom di Gunung Salak, Provinsi Aceh,” katanya.

Hingga saat ini, di wilayah kalteng ada sebanyak 34 orang diduga pengikut baru dan dua diantaranya DPO polisi adalahTommy dan Abdullah.

Kedua DPO ini memilih Provinsi Kalteng sebagai tempat persembunyian karena dirasa sangat potensial. “Mereka inikan jaringan kelompok uzla yang artinya mengasingkan diri dan pelatihan. Sehingga Kalteng dianggap sebagai wilayah yang cocok untuk mengasingkan diri,” ujarnya.

Diperkirakan kelompok ini sedang menunggu adanya perintah, entah dari siapa. Selama dipersembunyian kuat dugaan  mereka lakukan dengan mempersiapkan dengan mengumpulkan logistik, merakit alat peledak dan melakukan rekrutmen.

“Juga dijadikan sebagai tempat pencarian logistik pendukung rencana dari kegiatan mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan yang dikutip saat wawancara live di Metro TV, kemarin (12/6) menuturkan tujuan utama kelompok teroris untuk menunggani kejahatan rusuh makab di Jakarta. Kelompok yang diamankan tidak hanya dari Aceh, tetapi Anshari juga mengundang dari kelompok daerah Makasar. “Jadi saat ini, tim kita dari Densus Mabes Polri masih mendalami dari dua kelompok ini,” katanya.  (iko/abe)