Cerita Air Mata Sugianto Sabran, Gubernur Kalteng Liat Kondisi Mayta

Kamis, Tanggal 13-06-2019, jam 06:49:03

single-post

FOTO: HEN/PE PEDULI: Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran saat menggendong bocah 4 tahun penderita tumor sebelum melaksanakan operasi di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, kemarin (12/6).

Sejak lahir menderita tumor di kepala, Mayta (4) hanya bisa menangis di pangkuan sang ibu Oktariani sebagai petani di Desa Ugang Sayu, RT6/RW1, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Barito Selatan (Barsel). Setelah empat tahun menahan rasa sakit, bocah perempuan tersebut mendapat perhatian orang nomor satu di Kalimatan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran.

 

MAYTA sekarang bisa tersenyum, karena dalam waktu dekat dia akan dilakukan operasi di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Semua biaya berobat sendiri sudah ditanggung Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, selain itu juga diberikan tali asih untuk modal usaha sebesar Rp 50 juta kepada Oktariani.

Suami dari Ivo tersebut ternyuh ketika langsung bertatap muka dengan Mayta, bahkan dirinya langsung menggendong. Hati Gubernur sendiri tergugah dan langsung meneteskan air mata karena melihat kondisi Mayta yang memperhatinkan sekali, terlebih lagi ibunya hanya sebegai petani.

Air mata membasahi pipi, Sugianto dengan eratnya memeluk bocah perempuan yang tidak melihat tersebut. Karena dibalik jiwa kepemimpinan tersimpan rasa kepedulian kepada masyarakat kecil (miskin) atau tidak mampu seperti Mayta.

Gubernur mengatakan, jika membantu masyarakat sudah menjadi kewajiban setiap pemimpin. Ia menyadari bahwa tugas pemimpin bukan hanya mengelola pemerintahan yang baik, namun juga harus memperhatikan sendi-sendi kehidupan di tengah masyarakat.

Ia mengaku tak tega, ketika melihat ada masyarakatnya yang kesusahan lantaran dirinya pernah merasakan betapa sulitnya membiaya hidup pada masa mudanya. "Dulu saya juga susah, saya nggak tahan kalau melihat yang seperti ini. Sebagai kepala daerah, ini sudah menjadi kewajiban untuk saling membantu masyarakat tanpa pilih-pilih," tuturnya di ruang Plamboyant RSUD dr Doris Silvanus, kemarin (12/6).

Selain itu, ia mengimbau kepada seluruh jajaran pemimpin di Kalteng, khususya kepala daerah dan pemimpin perusahaan untuk terketuk hati memberikan bantuan kepada masyarakat. Menurutnya, setiap kepala daerah mesti peka terhadap kebutuhan yang ada di tengah masyarakat.

"Semua kepala daerah dan pemimpin perusahaan harusnya sadari akan hal semacam ini. Kalau ini Bupati perhatikan, tidak sampai Gubernur yang turun tangan. Marilah bersama kita peduli sesama," imbuhnya.

Sementara itu, ibunda Mayta, Oktariani (24) yang sejak mengandung 2 bulan sudah ditinggal suami, merasa sangat bersyukur akan kebaikan yang diberikan orang nomor satu di Kalteng. Dirinya yang  bekerja sebagai penyadap karet atau petani dengan penghasilan tidak menentu, merasa sangat terbantu dengan hadirnya Sugianto.

Hal yang sama juga diutaran nenek Mayta, Sintani, cucunya tersebut hanya bisa mendengar dan mengucapkan kata. Selain itu, ia juga tak lupa menghaturkan terima kasih kepada Kapolsek Gunung Bintang Awai Iptu Rahmat S Simamora dan seluruh jajarannya yang telah membawa mereka ke Palangka Raya. (*)

(Penulis HENDRI PE, Palangka Raya)