Ayah Kandung Bersyukur Ansari Ditangkap

Perubahan Sikap Sejak Desember 2019 Akibat Sering Main Medsos///SUB

Selasa, Tanggal 18-06-2019, jam 06:36:12

single-post



 

PALANGKA RAYA - H Wahidin (57) yang juga ayah kandung Ansari terduga jaringan teroris, merasa bersyukur saat mengetahui anaknya ditangkap oleh pihak kepolisian. Lantaran sudah pusing dengan tingkah laku anak keduanya tersebut yang sejak Desember 2019 sudah mulai bertingkah aneh, akibat bermain internet atau media sosial (medsos).

Dia pun mengakui, bahwa Ansari pernah diusirnya, karena tingkah lakunya yang sudah diluar batas kewajaran. “Semoga setelah dia (Ansari, red) ditangkap dan melakukan rehabilitasi bisa kembali normal lagi dan bisa berkumpul dengan kami,” harap H Wahidin, kemarin (17/6).

Dia mengatakan, pihaknya adalah perantau dari Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan ke Kota Palangka Raya dari 1998. Saat sudah menetap di Kota Cantik ini, pihaknya memutuskan untuk berjualan sayur-sayuran di Jalan Pinus.

“Ansari awalnya sekolah di kampung pun ikut dipindahkan ke Palangka Raya. Namun saat pendaftaran ternyata tidak bisa lagi, karena lambat mendaftar. Akhirnya setelah itu Ansari tidak melanjutkan pendidikannya hingga kini,” tuturnya.

Wahidin mengatakan, setelah tidak bersekolah lagi, anak keduannya itu ikut membantu orang tuanya berjualan sayuran. Bahkan akhirnya mandiri dengan merintis usaha pengisian ulang air galon di Jalan Pinus.

Disampaikannya, jika anaknya Ansari adalah sosok yang rajin dalam kegiatan keagamaan, juga termasuk orang mudah bergaul dengan siapa saja. Tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi juga kepada non muslim. “Namun untuk bergaul dengan perempuan dia malu. Ansari nikah sama istrinya sekarang ini aja, karena dijodohkan pada 2011 lalu,” katanya.

Lanjutnya, setelah menikah Ansari dan istrinya Maya berangkat naik haji pada 2012. Usai pulang naik haji, Ansari kembali menjalankan bisnisnya. Sedangkan istrinya menjalankan usaha menjual gorengan. 

Namun kelakuan Ansari mulai berubah ketika memasuki Desember 2018, gara-gara sering main internet sampai tengah malam. Bahkan sampai tertidur di tempat usaha galon air yang dirintisnya gara-gara main handphone. Akibat sering bermain media sosial (medsos), usaha air minumnya mulai sedikit macet, karena terlambat buka. 

Tidak hanya kecanduan medsos, Ansari juga dicurigai berkomunikasi dengan Tomi dan Abdulah, kelakuannya terhadap anggota keluarga pun mulai berubah drastis. Beberapa aktivitas keagamaan dan juga gambar-gambar yang berunsur keagamaan dinilainya kafir dan juga harus diturunkan dari tembok.

“Kami curiga dia itu kenal Tomi dan Abdulah dari facebook atau apa, soalnya hampir setiap saat dia (Ansari, red) mulai tertutup dan sering katakan kami ini kafir. Gambar-gambar nabi yang dipajang ditembok pun katanya salah dan harus diturunkan,” pungkasnya. (iko/abe)

Berikut link vidio amatir yang dihimpun PE.

Klik --> 

Berikan Komentar dan Subscribe #KerabatPE