Menilik Kepercayaan dan Budaya Peninggalan Leluhur Dayak Kalteng

Ornamen Naga Simbol Kekuatan Tak Tertandingi

Jum`at, Tanggal 05-07-2019, jam 06:22:12

single-post

Foto RIKO/PE SIMBOL: Bentuk ornamen Naga selalu ditampilkan di Festival FBIM Cabang Perahu Hias, dimana Naga memiliki simbol sebagai penguasa alam bawah air kepercayaan Mayarakat Dayak.

 

Suatu benda maupun simbol berupa gambaran mahluk zaman dahulu masih menjadi kepercayaan masyarakat dayak, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Salah satunya ornamen bentuk Naga menjadi kepercayaan masyarakat dayak Kalteng sebagai simbol kekuatan tak mudah ditaklukan. Bahkan ornamen tersebut seringkali ditampilkan dalam suatu acara kebudayaan dan kegiatan lainnya.

 

SUATU kebudayaan Kalteng masih kental, sehingga masyarakat dayak dengan gigih menjaga dan melestarikan kepercayaan leluhurnya. Baik itu melalui berbagai kegiatan adat dan budaya serta menuankan kepercayaan tersebut yakni dalam bentuk ornamen khas adat dayak.

Ornamen Naga ini memiliki makna yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat dayak. Naga, dipercaya sebagai salah satu penguasa alam semesta khususnya dunia air. Dimana naga merupakan binatang yang gagah, pemberani, pantang menyerah dan memiliki kemampuan yang sukar ditaklukan oleh musuhnya. 

Masyarakat dayak secara turun temurun selalu menjaga kelangsungan dan kelestarian dari ada dan budaya yang sudah diciptakan dan dilestarikan oleh leluhur. Tidak heran, dibeberapa daerah khususnya Kota Palangka Raya sendiri, berbagai kegiatan adat dan kebudyaan selalu menampilkan unsur kearifan lokal. Itu pun tercipta dari proses kehidupan leluhur, khususnya agama Kaharingan. 

Salah satu ornamen kepercayaan masyarakat dayak Kalteng yang selalu ada disetiap kegiatan yakni adanya Ornamen binatang Naga.

Naga juga sering disebut dengan nama tambun atau penguasa alam bawah artinya dunia air, yang memiliki makna dan lambang bagi suku dayak sebagai keberanian, kegagahan, semangat pantang menyerah serta sikap arif dan bijaksana. 

Naga sendiri menjadi lambang kekuatan masyarakat suku dayak. Melihat kekuatanbyang dimiliki seeokor naga. Sekaligus mampu menjadi seorang penguasa, maka filosofi tersebut menjadi dasar bagi orang dayak untuk bisa tumbuh menjadi pemimpin yang pemberani, bijaksana, adil, pantang menyerah.

Terkhususnya pesan filosofi tersebut dimaksudkan agar para generasi muda suku dayak saat ini dapat tumbuh dan bersaing dengan masyarakat luar yang datang ke tanah dayak. Tentu dengan mengadopsi filosofi dan nilai dari keberadaan naga sebagai salah satu kepercayaan masyarakat dayak tentunta dengan tekad dan bersaing dengan cara sehat. 

Kepercayaan akan keberadaan naga sebagai salah satu binatang sakral dan dihormati masyarakat dayak memang masih terjaga dan tersimpan hingga sekarang.

Berbagai ornamen binatang penguasa yakni Naga sendiri dapat dijumpai seperti ukiran guci, piring serta ornament perahu hias. Jadi simbol itu selalu ditonjolkan pada setiap perhelatan festival budaya Isen Mulang Provinsi Kalteng setiap tahunnya.

Di setiap perahu hias, yang ditampilkan dalam Festival Budaya Isen Mulang sendiri, bentu Ornamen Naga digambarkan bernagai macam, namun Naga selalu menjadi Ikon Utama setiap perahu, dimana Naga merupakan kepercayan sebagai penguasa dunia bawah (air).

Naga, diartikan juga sebagai binatang yang selalu menjaga akan daerah yang dimiliknya, dan jik ada pengusik yang datang, ia akan mengeluarkan kekuatannya yang dahsyat untuk menghancurkan seluruh musuhnya. 

Filosofi yang dimiliki Naga menjadi gambaran agar masyarakat Dayak Kalteng, tetap bersatu padu menjaga keutuhan dan kekayaan, baik itu sumber alam alam, adat istiadat, budaya, khasanah. Hingga apa yang dimiliki tidak tergerus. Kemudian bagaimana kita sebagai masyarakat dayak Kalteng dapat hidup tentram dan damai di Bumi Tambun Bungai ini. (*)

Penulis MERIEKOE, Palangka Raya