PT Adaro Dituding Hindari Pajak

Kadarisman: PT Adaro Energy Tbk dan PT Adaro Indonesia itu Berbeda

Jum`at, Tanggal 05-07-2019, jam 05:13:40

single-post

Ilustrasi


TAMIANG LAYANG - PT Adaro sempat dituding menghindar bayar pajak dan Royalti. Hal itu membuat PT Adaro Indonesia yang beroperasional di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait adanya pemberitaan di salah satu media. 


Humas PT Adaro Indonesia melalui Humas Media Relationship Kadarisman mengatakan, bahwa perusahaan PT Adaro Indonesia (AI) tidak ada kaitannya dengan Adaro Energy Tbk yang posisinya di Jakarta. 


“Beda, PT Adaro Indonesia yang Indonesia. Tidak ada di luar Negeri, seperti yang diberita itu Coaltrade Singapura,” tukasnya. 


Sebelumnya dalam pemberitaan di kumparan menyebutkan, bahwa PT Adaro Energy, salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Milik pengusaha Garibaldi Thohir (Boy Thohir), dituding melakukan penghindaran pajak.


Laporan Global Witness menyatakan, Adaro memindahkan sejumlah laba yang didapatkan dari batu bara yang ditambang di Indonesia ke jaringan perusahaan luar negerinya.


Menurut Global Witness, bahwa sejak 2009-2017, Adaro melalui salah satu anak perusahaannya di Singapura, Coaltrade Services International. Pihaknya telah mengatur sedemikian rupa, sehingga mereka bisa membayar pajak USD 125 juta lebih rendah daripada yang seharusnya dibayarkan di Indonesia.


“Adaro mengembangkan jaringan luar negerinya dan memindahkan sejumlah besar uang keluar Indonesia,” ujar Manajer Kampanye Perubahan Iklim untuk Global Witness, Stuart McWilliam, dalam keterangan resmi, Kamis (4/6).


Laporan keuangan perusahaan yang pihaknya selidiki menunjukkan bahwa nilai total komisi penjualan diterima Coaltrade di negara dengan tingkat pajak rendah seperti Singapura. “Dalam artian telah meningkat dari rata-rata tahunan USD 4 juta dolar AS sebelum 2009, ke USD 55 juta dari 2009 sampai 2017,” jelasnya.
Kata Stuart, lebih dari 70 persen batu bara yang dijual Coaltrade berasal dari anak perusahaan Adaro di Indonesia. Peningkatan pembayaran ini juga mendorong peningkatan keuntungan mereka di Singapura. Dimana mereka dikenakan pajak dengan tingkat rata-rata tahunan sebesar 10 persen.
“Keuntungan dari komisi yang berasal dari perdagangan batu bara Adaro yang ditambang di wilayah Indonesia seharusnya dapat dikenakan pajak di Negara ini. Dengan tingkat pajak yang lebih tinggi yaitu 50 persen,” tuturnya.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Adaro membantah semua tudingan dari Global Witness. Adaro menyatakan, sebagai perusahaan publik telah menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan senantiasa patuh terhadap aturan yang berlaku, termasuk aturan perpajakan.
“Perlu diketahui, bahwa Coaltrade Services International Pte Ltd merupakan salah satu perusahaan grup Adaro yang berbasis di Singapura. Untuk memasarkan batu bara Adaro di Pasar Internasional (ekspor). Sebagai kantor pemasaran internasional, Coaltrade Services International Pte,” ujarnya. (ell/pe)