Mahasiswa Indonesia Jawara di Shell ECO Marathon

Senin, Tanggal 06-05-2019, jam 06:24:32

single-post

FOTO: EDWIN KOLO MANTAP: Tim Indonesia jadi jawara di Shell ECO Marathon tahun 2019 di Sepang, Malaysia.

 

JAKARTA - Mahasiswa asal Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa lewat Shell ECO Marathon 2019 di Malaysia. Pada gelaran itu pelajar tanah air berhasil menyabet sejumlah gelar juara. Shell ECO Marathon sendiri merupakan agenda rutin tahunan kompetisi kendaraan dengan konsumsi daya teririt.

Tim 2 (Sapuangin) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menjadi juara pertama untuk kategori Urban Concept di kelas Internal Combustion Engine dengan rekor jarak tempuh 395 km/liter. Juara ini disusul oleh dua tim mahasiswa Indonesia lainnya, yaitu Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di tempat kedua, dan tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI) posisi ketiga.

Belum cukup sampai di situ, untuk kelas Battery Electric, tim Nogogeni dari ITS menjadi juara kedua disusul tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Adapun yang menjadi penggawa di kelas Battery Electric adalah tim LH EST dari Lac Hong University, Vietnam.

Sementara di kelas Fuel Cell Hydrogen, ITS Team 5 dari ITS kembali meraih juara kedua. Posisi tersebut di antara tim dari Nanyang Technological University, Singapura, dan Universitas Teknologi Mata Shah Alam, Malaysia.

“Tim-tim Indonesia tidak hanya kembali menunjukkan potensi yang luar biasa, namun juga daya saing tinggi yang diakui di tingkat global dengan meraih enam penghargaan di kompetisi inovasi tingkat dunia Shell Eco-marathon Asia,” kata Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia Darwin Silalahi melalui keterangan resminya kepada JawaPos.com.

Dia melanjutkan, inovasi, kreativitas, kegigihan, serta kerja keras tim Indonesia yang menjadi jawara di ajang tersebut menjadi bukti besarnya potensi generasi muda Indonesia untuk bisa menjawab tantangan energi masa depan. “Saya berharap para peserta Shell ECO Marathon mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk aktif bergerak menjadi agen perubahan demi masa depan energi yang lebih baik dan kemajuan bangsa,” tambah Darwin.

Pada kesempatan yang sama, Manajer ITS Team Sapuangin M. Hafis Habibi mengaku sangat bangga terhadap pencapaian tim setelah berhasil meraih juara pertama untuk kategori UrbanConcept di kelas Internal Combustion Engine. “Semua kerja keras kami dan dukungan tanpa henti dari dosen-dosen pembimbing, para alumni ITS Team Sapuangin dan pihak universitas selama berbulan-bulan membuahkan hasil dengan dinobatkannya Sapuangin sebagai mobil UrbanConcept terhemat di Asia. Kami merasa puas karena dapat mempertahankan prestasi kami di kompetisi berskala global ini,” katanya.

Masih di gelaran Shell ECO Marathon 2019, ITS Team 5 kembali memperoleh juara. Setelah menjadi juara kedua dalam kompetisi Urban Concept Fuel Cell Hydrogen, ITS Team 5 kembali menorehkan prestasi dengan menjadi juara kedua dalam adu balap Drivers World Championship Qualifier Regional Asia. Dengan prestasi tersebut, ITS Team 5 berhak maju ke Grand Final Drivers’ World Championship di London dan akan berhadapan dengan tim-tim unggulan lainnya dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat (AS).

Selain itu, berkat desain mobil yang bagus secara keseluruhan serta efisiensi energi yang digunakan, ITS Team 5 juga dianugerahi Penghargaan Pendatang Baru untuk sumber energi Hidrogen (Hydrogen Newcomer Award) dan mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai USD 3.000 atau setara dengan Rp 43 jutaan.

Sebagai informasi, Drivers World Championship Qualifier Regional Asia adalah perlombaan antara tim UrbanConcept terbaik di Shell ECO Marathon Asia 2019. Mobil Antasena FCH 1.0 bertenaga Fuel-Cell Hydrogen milik ITS Team 5 sukses melintasi garis akhir di posisi kedua setelah tiga putaran lintasan. Prestasi ITS Team 5 ini menjadikan mereka sebagai tim Indonesia ke-7 yang melaju ke putaran Grand Final Drivers World Championship di London bulan Juli mendatang.

Pada kompetisi ini, para pengemudi yang memenangkan Drivers World Championship di tingkat regional akan saling berhadapan dalam balap mobil adu cepat dengan tetap menjaga efisiensi penggunaan sumber energi. Di samping itu, selain enam tim mahasiswa Indonesia yang meraih penghargaan untuk kategori UrbanConcept, dua tim mahasiswa Indonesia juga meraih posisi juara untuk kategori Prototype. (rian alfianto)