Lahan Parkir Caplok Ruang Bermain Anak

Disperkim Sebut Merusak Estetika Taman

Rabu, Tanggal 10-07-2019, jam 03:12:00

single-post

FOTO: RIKO/PE PARKIR: Lokasi tempat bermain anak-anak dijadikan lahan parkir sepeda motor di Taman Pasuk Kameloh, Minggu (7/7) lalu.

 

PALANGKA RAYA - Lahan parkir di Taman Pasuk Kameloh, di Jalan S Parman, Kota Palangka Raya, dinilai mencaplok lahan bermain dan tempat bersantai masyarakat alias ruang terbuka hijau (RTH). Hal ini, ditegaskan oleh Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Palangka Raya, Imbang.

Ia mengatakan, penataan lahan parkir di Taman Pasuk Kameloh masih semraut sehingga menganggu fungsi taman sebagai tempat bersantai. Ditambah, pengunjung taman tersebut hampir setiap hari selalu membludak.

Kurang rapinya dan masuk ke dalam RTH ini jelas Imbang, merusak estetika dari sebuah taman itu sendiri. Dampak terganggunya estetika ini, tentunya terhadap kenyamanan bagi para pengunjung taman. “Oleh karena itu, kita akan menata ulang lokasi parkir di Taman Pasuk Kameloh,” ucap Imbang, kemarin (9/7).

Sementara Kepala Bidang Penataaan dan Estetika Disperkim Kota Palangka Raya, Yusnandar Maliq Ambrullah, mengatakan tidak beraturannya parkir kendaraan bermotor pengunjung taman. Maka pihaknya, akan melakukan pemindahan lokasi parkir. “Lokasi parkir ini tidak jauh dari taman itu,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, lahan parkir ini akan dipindah ke bagian bawah taman dan akan dilakukan pengaspalan. Rencana lokasi parkir baru itu akan menggeser para pedagang yang berjualan jajanan di sekitar taman. “Pedagang jajanan alias kuliner ini nanti tidak perlu memakai tenda. Mereka cuma menggunakan meja dan kursi saja,” jelasnya.

Kembali ia menuturkan, pemindahan tempat parkir tersebut lantaran menganggu estetika keindahan taman. Kalau dilihat sangat tidak rapi. Seharusnya digunakan sebagai arena bermain anak-anak. ‘Karena dijadikan tempat parkir sehingga tidak ada ruang yang terbuka dan taman terlihat sempit," tambahnya. 

Kondisi Taman Pasuk Kameluh pun mendapat kritikan dari pengunjung. Ibu Ani salah satu pengunjung yang rutin bersama anaknya bersantai dan bermain di lokasi taman, mengaku terganggu lokasi parkir tersebut.

Pasalnya, kata dia, tempat bermain anak menjadi hilang. Lantaran “disulap” jadi lahan parkir. Sebagai pengunjung, ia berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat memberikan solusi. Agar kondisi taman menjadi lebih baik.

“Awalnya tempat bermain anak – anak. Tidak sepertk sekarang ini, terlihat kumuh dan sempit. Anak - anak yang datang ke sini tidak bebas bermain. Padahalkan difungsinya sebagai taman bermajn anak – anak, "pungkasnya. (iko/cen)