Wajibkan TKA Berbahasa Indonesia

Rabu, Tanggal 10-07-2019, jam 09:05:22

single-post

FOTO: SEPANYA/PE BERSAMA: Kabid Pembina Paud dan Dikmas, Disdik Gumas, Indra Yustina, Mira, bersama Kepala Balai Bahasa Disdik Kalteng I Wayan Tama dan peserta BIPA berfoto bersama usai kegiatan di GPU Damang Batu, Jumat (5/7).

KUALA KURUN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) berkerjasama dengan Disdik Provinsi Kalteng menggelar sosialisasi Balai Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mensosialisasikan agar Tenaga Kerja Asing (TKA) dapat menggunakan Bahasa Indonesia.

Kadisdik Gumas, M Rusdi melalu Kabid Pembina Paud dan Dikmas, Indra Yustina mengatakan, dengan adanya sosialisasi tersebut, maka pemerintah akan membentuk asosiasi BIPA yang menyediakan pengajar bahasa Indonesia untuk penutur asing. Sehingga, kedepannya dapat dikenal dapat menjadi bahasa di tingkat Internasional.

“Kami sangat mendukung adannya program BIPA ini. Sangat dibutuhkan peran dari dinas terkait dalam memberdayakan bahasa Indonesia.

Kami juga sangat mendukung agar para TKA diharuskan bisa berbahasa Indonesia” ucap Indra Yustina, Jumat (5/7).

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Disdik Kalteng I Wayan Tama menyebutkan, pihaknya terus berupaya melaksanakan agar kedepan dilakukan sosialisasi BIPA di semua Kabupaten di Kalteng. Bahkan sampai di semua sektor, baik dibidang wisata dan bahasa untuk TKA. Termasuk memberikan pemahaman serta didalam budaya  dan karakter.

“Memang pengajar bahasa Indonesia sudah diminati warga asing. Terutama di Asia, sebab saat ini pada 22 negara bahasa Indonesia manjadi bahasa kedua bagi mereka” terang Wayan.

Dia juga mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan ialah, Pemkab harus menindaklanjuti dengan adanya payung hukum di tingkat kabupaten. Itupun, dikatakan Wayan harus disesuaikan dengan PP No.20 Tahun 2018 tentang pengunaan tenaga kerja asing yang efektif pasal 26 ayat 1 huruf (c) yang mewajibkan setiap pemberikerja asing memfasilitasi pendidikan dan pelatihan bahasa indonesia bagi TKA yang ada di Kabupaten dan kota.

“Kita sudah berkerja sama dengan Depnaker Transmigrasi, tugas kami tim dari BIPA balai bahasa ialah memfasilitasi penyuluh yang akan memberikan pelatihan bagi calon pelatih atau pengajar bahasa yang nanti akan ditempatkan didaerah-daerah. Selain itu, bisa digunakan oleh instasi terkait lainya sehingga bisa memberikan dampak yang positif kedepannya,” pungkasnya. (nya/bud)