Pengusaha Asal Korea Bangun Pabrik Kapal di Pulang Pisau

Rabu, Tanggal 10-07-2019, jam 09:12:50

single-post

FOTO: BANGUN/PE KOORDINAS: Wakil Bupati Pudjirustastaty Narang menerima kunjangan pengusaha asal Korea di ruang kerja Bupati Pulpis, Jumat (5/7).

PULANG PISAU - Investasi di Kabupaten Pulang Pisau semakin diminati oleh investor asing. Salah satunya, pengusaha asal Korea yang berniat membangun pabrik galangan kapal tengker di wilayah tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan investor asing dari Korea dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau yang diterima langsung Wakil Bupati Pulang Pisau,  Pudjirustaty Narang, Jumat (5/7).

Selain pabrik galangan kapal, investor Korea juga tertarik melakukan pengembangan perkebunan stevia dan kacang-kacangan di Kabupaten Pulang Pisau.

Setelah pertemuan pertama tersebut yang merupakan tahap penjajakan dengan pihak Pemkab Pulpis, rencanakan akan dilanjutkan dengan perremuan kedua yang melibatkan 50 orang investor asing ke Pulpis.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Wabup, Pudjirustaty Narang didampingi Plt Asisten II Setda Pulang Pisau Halidi, Kepala Dinas Pertanian Pulang Pisau Slamet Untung Riyanto dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan,  Riduan Syahrani mengaku sangat mendukung dengan keinginan investor untuk melakukan pengembangan tanaman stevia bahan baku gula dan kacang-kacangan serta mendirikan pabrik galangan kapal di Pulang Pisau.

"Kita sangat mendukung sekali investasi dari Korea yang ingin melakukan pengembang di bidang perkebunan dan galangan kapal tersebut, " kata Taty

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau,  Slamet Untuk Riyanto mengatakan akan mendorong untuk pengembangan gula stevia di Pulang Pisau. "Kita sangat menyambut dan ini sambung sekali dengan keinginan Bapak Bupati untuk menjadikan Kabupaten Pulang Pisau sebagai kawasan industri khusus,  dan kami dari Dinas Pertanian sangat menyambut sekali," kata Slamet.

Namun untuk pengembangan tersebut, dikatakan Slamet yang perlu di perhatikan adalah masalah tanah,  karena kondisi tanah di Kabupaten Pulang Pisau 60 persen merupakan gambut. 

"Seperti tanaman tebu sudah dicoba, menga tumbuh namun rendemen gulanya tidak sesuai harapan. Stevia adalah tanaman yang diolah menjadi pemanis alami bebas kalori,  atau disebut juga gula stevia," pungkasnya. (ung/bud)