Kemiskinan Menurun, Ini Data BPS Kalteng

Selasa, Tanggal 16-07-2019, jam 04:41:56

single-post

Kepala BPS KALTENG Yomin Tofri (Kiri) berbincang bersama pegawainya.

PALANGKA RAYA – Berdasarkan data perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS)  Kalteng tentang tingkat kemiskinan mengalami penurunan. Kesimpulan ini didapatkan perbandingan data jumlah penduduk miskin bulan maret 2018 dibanding 2019 dibulan yang sama. Yakni  jumlah penduduk miskin berkurang 2.334 orang atau dalam persentasenya berkurang 0,19 persen.

“Maret 2018 yakni 136.928 atau 5,17 persen. Maret 2019 yakni 134.594 orang atau 4,98 persen. Dari data ini kita menemukan ada 2.334 orang dalam kategori bukan keluarga miskin,” ucap Kepala BPS Kalteng Yomin Torfri saat konfrensi pers pada Senin (16/7) lalu. Menurutnya, komposisi garis kemiskinan itu dibagi dalam garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non makanan.

“Diperkotaan laju garis kemiskinan sebesar 3,50 persen. Berikut lima penyumbang tersebesar garis kemiskinan dalam kategori makanan yakni beras, rokok kretek , daging ayam, telor dan gula pasir. Sementara komoditi bukan makanan seperti perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi,” katanya.

Kemudian, garis kemiskinan makanan di 79,05 persen sementara non makanan 20,95 persen. Garis kemiskinan bakal mengalami kenaikan. Ini dikarenakan faktor pendapatan keluarga mengalami kenaikan. “ Selama  September 2018 – Maret 2019 naik 2,52 persen atau dari Rp.427.494 perkapita naik Rp.438.348 perkapita,” jelasnya. Berdasarkan data ini, bahwa peranan makanan terhadap garis kemiskinan lebih besar dibandingkan peranan bukan makanan. (PE)