Diduga Diperintah oleh S

Preman Bayaran Beraksi

Tanaman Sayur Mayur, Pohon Sengon dan Gaharu Habis Dibabat

Selasa, Tanggal 16-07-2019, jam 04:46:18

single-post

FOTO: RIKO/PE WAWANCARA: Dua orang pemilik kebun saat memberikan keterangan kepada awak media, kemarin (15/7).

 

PALANGKA RAYA – Gerombolan preman bayaran alias sewaan melakukan aksinya di Jalan Tjilik Riwut Km 7,5 yang tak jauh dari lokasi perkemahan LDII. Kawanan preman ini diduga diperintah oleh S untuk membabat kebun warga seluas kurang lebih satu hektare.

Pemilik kebun ini yakni, Tarmid (41), Takim (44), Bowo (39), Rimpung (63), dan dua orang lainnya. Kejadian pengerusakan lahan perkebunan dilakukan para preman, Minggu (14/7) sekitar pukul 12.15 WIB.

Rimpung salah satu korban, mengatakan jika mereka datang ke Polres Palangka Raya, melaporkan tindakan perusakan lahan perkebunan oleh segerombolan preman sewaan. “Jumlah mereka puluhan orang. Tanaman sayur mayur di kebun habis dibabat mereka. Pun pohon sengon dan gaharu,” katanya.

Ia menyebutkan, ada 1.582 batang jagung, sayur kacang dan sayur pare. Semuanya kata Rimpung, habis dibabat para preman menggunakan parang. “Kita tidak terima. Kita ingin ada tanggung jawab. Makanya kita laporkan ke polisi,” tegasnya.

Tarmid korban lain, menambahkan jika perusakan kebun tersebut dilakukan secara sengaja. Pasalnya, gerombolan tersebut di mengaku diperintah oleh orang yang bernama S. “Itu pengakuan saat kita tanya disuruh oleh S,” ucap Tarmid.

Ia menceritakan, pada Minggu (15/7) kemarin, dirinya dan beberapa temannya tengah asyik berkebun. Kemudian didatangi para preman. Mereka mengatakan ingin membabat seluruh tanaman yang sudah kami tanam. “Silahkan kata saya. Namun harus diganti rugi. Per batang Rp 4 ribu. Namun mereka hanya memberikan Rp 500 ribu saja,” sebutnya. 

Ditambahkannya, lahan kebun tersebut ingin diambil dan dibagi antara para preman sewaan dengan pesuruh S. Padahal lahan tersebut kami miliki dengan dasar surat menyurat yang lengkap. “Makanya kita laporkan. Kita ingin kasus ini diusut,” tegasnya.

Diketahui, lahan dengan luas kurang lebih satu hektare tersebut terbagi atas kepemilikannya, yaitu Parmid seluas 40 persegi meter, Takim 40x30 meter, tiga orang lainnya 20x30 meter, 25x30 meter, dan 25x30 meter. (iko/cen)