The Reds Terancam Tak Bisa Menurunkan Tim Terkuat

Selasa, Tanggal 07-05-2019, jam 04:04:14

single-post

RAYAKAN: Tim Liverpool merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak gol ketiga timnya selama pertandingan Liga Premier antara Newcastle United dan Liverpool FC di St. James Park di Newcastle upon Tyne, Inggris.

LIVERPOOL akan menjamu Barcelona di Anfield pada leg kedua babak semifinal Liga Champions 2018/19, Rabu (08/5). Defisit tiga gol, dan tanpa modal gol tandang. Itulah yang ha­rus diatasi oleh The Reds jika ingin dua musim beruntun tampil di final.

Pada leg pertama di Camp Nou tengah pekan lalu, Liv­erpool menyerah tiga gol tanpa balas. Luis Suarez mencetak gol pembuka ke gawang mantan klubnya, dan tak segan merayakan­nya. Sementara itu, Lionel Messi tampil brilian dan memborong dua. Yang kedua, yang berupa gol ten­dangan bebas spektakuler dari jarak jauh, adalah gol­nya yang ke-600 dengan seragam Barcelona.

Liverpool sejatinya bermain bagus, bahkan menciptakan beberapa ke­sempatan. Namun pelu­ang-peluang James Milner, Roberto Firmino dan Mo­hamed Salah semua gagal terkonversi menjadi gol untuk timnya.

Apakah finalis musim lalu itu hanya sedang sial, atau level mereka memang berada di bawah Barcelo­na? Kalau kata Massimilia­no Allegri, penyebabnya adalah yang kedua.

Jika benar demikian, be­rarti Barcelona layak difa­voritkan ke final. Pasalnya, perbedaan level bukanlah sesuatu yang bisa diatasi cuma lewat satu pertandin­gan atau hanya dalam kurun waktu satu pekan.

 Sebelum leg perta­ma, Liverpool optimistis bisa meraih hasil positif di kandang Barcelona. Keberadaan bek tangguh Virgil van Dijk serta trio penyerang Mane-Firmino- Salah, meski Firmino baru main di babak kedua, dinilai bisa menjadi senjata Liver­pool untuk melukai Barce­lona. Namun yang terjadi adalah kemenangan tiga gol tanpa balas bagi Barcelona. Untuk duel penentuan nanti, Liverpool tetap optimis­tis mampu membalikkan keadaaan. Tuah Anfield adalah salah satu hal yang menjadi dasarnya.

Namun Liverpool pasti sadar kalau tugas mereka sangat berat. Kalah di Camp Nou, berarti mereka harus main menyerang dan sebisa mungkin menghindarkan gawang­nya dari kebobolan. Mel­awan Messi dan Suarez, itu bukan perkara mu­dah. Lawan Newcastle saja mereka kemasukan dua. (bola.net)