Tak Pernah Kapok Masuk Penjara

Empat Kali Melakukan Curat

Kamis, Tanggal 22-08-2019, jam 09:28:43

single-post

FOTO: WIJ/PE NYURI LAGI: Tersangka Ujiansyah alias Agus saat diperiksa JPU Dewi Khartika.

SAMPIT – Ujiansyah alias Agus (35) warga Jalan Lesa, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini sudah tidak asing lagi dimata polisi, jaksa, hakim dan sipir di penjara. Pasalnya, Agus sudah empat kali melakukan tindak kriminal dan semuanya ialah kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Lucunya, saat pelimpahan tahap II di Kejari Kotim, kemarin (21/8), ketika jaksa penuntut, Dewi Khartika menanyakannya apakah alasan utama sehingga tersangka terus mengulangi perbuatannya?. Agusnya berdalih akibat susahnya mencari pekerjaan. “Karena tidak ada kerjaan lain bu, makanya saya nyuri saja,” jawab Agus sembari menundukkan wajahnya.

Pria yang selalu memperlihatkan mimik muka merengek setiap di depan penyidik ini mengatakan, dirinya bisa saja berhenti mencuri lagi asal diberi kerjaan. “Hahaha, kamu ini ya, kok harus nunggu dikasih kerjaan. Semestinya kamu berusaha mencari pekerjaan sesuai kemampuan kamu. Jangan malah menunggu dikasih kerjaan, sekarang semuanya dipermudah, tinggal kamunya yang mau berusaha untuk berubah,” kata jaksa Dewi menasihati tersangka.

Agus menceritakan, mengingat dirinya tidak memiliki keahlian dan hanya pernah mengenyam pendidikan sampai kelas IV sekolah dasar. “Pernah bekerja jadi tukang bersih di radio bu, tapi saya tidak digaji, tidak ada gajinya. Habis itu saya nyuri lagi,” sahut Agus.

Dari cacatan kriminalnya, kasus yang menjeratnya kini merupakan kali keempat. Dimana sebelumnya, ia pernah dihukum atas kasus yang sama pada tahun 2010, 2014 dan 2016. Dan untuk kasus yang keempat ini, ia melakukan pencurian di rumah Ibrahim di Jalan Jaya Wijaya I, RT058, RW007, Kelurahan Baamang Tengah, Sampit, pada 4 Juni 2019 sekitar pukul 18.50 WIB.

Dengan cara mencongkel jendela, Agus berhasil mengambil sebuah speaker aktif, dua buah charger HP, satu kaleng biskuit, celana panjang dan sebuah kunci sepeda motor. “Speakernya saya jual Rp 150 ribu, kalau kuenya habis saya makan. Uang hasil jual speaker saya gunakan untuk biaya hidup sehari-hari,” tandasnya.

Atas ulahnya, Agus kembali mendekam di Lapas Sampit sebagai tahanan titipan kejaksaan. Kepadanya dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) huruf 3e KUHPidana. (wij/her)