Potong Pantan Tetap Eksis

Warisan Nenek Moyang untuk Menyambut Pejabat

Rabu, Tanggal 20-11-2019, jam 09:49:17

single-post

FOTO: UDI/PE POTONG PANTAN: Kapolres Mura AKBP Dharmeswara Hadi Kuncoro SIK saat disambut prosesi potong pantan adat Dayak oleh salah satu tokoh adat pada acara penyambutan, Senin (18/11) sore.


Potong pantan adalah upacara yang sakral dalam suku Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng). Upacara ini lahir sejak ratusan tahun oleh nenek moyang, hingga diwariskan sampai sekarang.

POTONG pantan sendiri memiliki maksud dan tujuan. Yaitu untuk mencegah terjadinya hal-hal yang buruk bagi penduduk setempat maupun para tamu. Kepercayaan adat setempat, apabila kayu dipotong tanpa halangan, berarti tamu tersebut dapat diterima dan dilancarkan jalanya saat berkunjung. 
Begitupun sebaliknya, apabila tidak berhasil kayu tersebut dipotong, maka patut dipertanyakan perihal maksud kedatangan mereka ke tanah Suku Dayak tersebut. Dabuhan musik pun kian keras, menandakan puncak tradisi potong pantan. Upacara ini tidak dilakukan sembarangan, yaitu pada saat menyambut tamu pejabat saja. 


Setelah usai pemotongan, seorang tokoh mengoleskan bubuk putih ke pipi  tamu (pejabat), seperti dalam penyambutan Kapolres Mura AKBP Dharmeswara Hadi Kuncoro SIK beserta keluarga, Senin (18/11) lalu, menggantikan menggantikan AKBP Esa Estu Utama SIK yang berpindah tugas sebagai Kapolres Kapuas.


Menurut Perwira Polisi lulusan Akpol tahun 1998 ini, prosesi penyambutan secara adat ini adalah pertama dialami dan sangat berkesan. Pertama kali menjadi seorang Kapolres tentu menjadi tantangan baginya dalam menjalankan tugas untuk menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah. 
"Luar biasa, kali ini menjadi pengalaman pertama saya bertugas sebagai Kapolres, apalagi penyambutan dengan prosesi adat. Ini sangat berkesan dalam diri saya dan keluarga,” kata AKBP Dharmeswara, Senin (18/11).


Bersinergi dan bekerjasama seluruh komponen masyarakat untuk menjaga suasana kamtibmas yang aman dan kondusif, baik diseluruh wilayah Kabupaten Murung Raya menjadi fokus utamanya, serta memberikan jaminan keamanan bagi tumbuhnya dunia investasi yang lebih baik.


"Menjaga keamanan ini bukan hanya tugas Polri dan TNI saja, tetapi ini adalah tugas kita semua, baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, serta unsur forkopimda. Tujuan pemerintah pusat (Presiden Joko Widodo) untuk menjamin tumbuhnya iklim investasi yang baik, guna kemakmuran masyarakat," ungkap Mantan Kabagbinops Roops Polda Kalteng ini.


Kapolres Mura ini juga sangat mengharapkan peran dan sinergitas dari seluruh awak media (insan pers) bisa memberikan informasi yang aktual membangun rasa aman dan kepastian hukum di Kabupaten Murung Raya. "Peran media sebagai corong informasi masyarakat menjadi mitra kita yang utama, guna menumbuhkan rasa aman dan kepastian hukum bersama kita di Polres Murung Raya," harapnya.


Kapolres mengharapkan, dengan kehadiran dirinya bisa membawa manfaat untuk masyarakat Murung Raya, tidak hanya sebagai menjaga keamanan tetapi juga bisa bersinergi. "Tanpa dukungan seluruh pihak hal ini tidak akan dapat terwujud, saya sangat berharap dukungan dari seluruh pihak dapat muwujudkan hal ini," pungkasnya. (*)

Penulis Yudhi Adrian, Murung Raya