Cerita Sarjana Cantik Penjaga Loket Wisata

Tetap Senyum, Walau Sering Dimarahi

Jum`at, Tanggal 29-11-2019, jam 08:24:43

single-post

FOTO: RUL/PE CANTIK: Meski hanya sebagai kasir di Wisata Sungai Hitam, Pertiwi Fuji Lestari terus bersyukur dengan pekerjaan itu.

Duduk dikursi dan melayani pengunjung wisata membeli tiket bukan hal yang mudah. Apalagi bila menghadapi wisatawan yang berperilaku kasar, namun tetap harus dihadapi dengan senyuman.

 

BEGITULAH kesan yang diceritakan Pertiwi Fuji Lestari (25). Wanita bergelar Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA) di Banjarmasin, saat ini bekerja sebagai kasir dua di loket pelabuhan susur sungai Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya.

Gadis berparas cantik dari orang tua  Icam'an (ayah) adalah anak pertama dari empat bersaudara, sementara sang ibu Noor Hayati telah meninggal dunia pada tahun 2008 silam.

Senyum manisnya kepada awak PE, menarik perhatian. Ternyata dia adalah tulang punggung keluarga, membantu perekonomian keluarga dimana sang ayah bekerja sebagai buruh serabutan. "Aku anak pertama, adek yang paling kecil masih sekolah di SMKN 5 dan duduk di kelas 2. Kerja bapak buruh serabutan. Ibu sudah almarhum 2008 lalu," ceritanya membuka perbincangan saat itu, kemarin (28/11).

Sambil bekerja sebagai kasir, dengan asyik dia berbincang kepada PE. Bahwa dia bekerja sebagai kasir sejak dua minggu setelah hari besar keagamaan islam di bulan Juni (lebaran) tahun 2019.

Dia bekerja dikoordinasi organisasi yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kereng Bangkirai. Dimana organisasi ini adalah mitra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya.

Banyak cerita berkesan Tari (sapaannya) selama menjadi kasir. Cuma yang paling berkesan saat dimarahi pengunjung. "Sering dimarahin pengunjung kerena dikira mungut untuk keuntungan pribadi. Yang paling menarik, ada yang mengaku keluarga walikota dan marah-marah tidak mau bayar tiket masuk, bahkan karena merasa dia pegawai, masuk gak mau bayar," ceritanya.

Walau diperlakukan tidak sopan, Tari tidak marah atau kesal. Namun dia dengan ramah dan memberikan edukasi kepada pengunjung terkait pentingnya membayar tiket masuk ke lokasi tersebut.

"Jadi kalau ada pengunjung yang marah, saya menjelaskan bahwa tiket masuk ini buat Retribusi Daerah dan ini sudah ada Perda. Kadang sampai saya tunjukkan plank pemberitahuan yang menjelaskan tentang Perda Retribusi," sambil tersenyum Tari juga menunjukkan plang yang dia maksud.

Apa yang dilakukan Tari, tercermin bahwa dirinya berpendidikan. Gelar sarjana yang didapatkannya pun penuh perjuangan, khususnya sang bapak. Oleh itu, dia selalu memberikan yang terbaik.

Menjadi penjaga loket, Tari bertugas setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Namun dia selalu datang ke kasir pukul 06.30 WIB. "Mana ada kasir hari liburnya. Tapi saya selalu tepat waktu dan melayani ramah. Sampai hari ini saya seneng aja kerjanya," ucapnya.

Tari  juga mengatakan, dalam seleksi pegawai negeri tahun ini, dirinya ikut mendaftar. Dengan formasi yang ada di Pemerintah Kota Palangka Raya. Ini tidak terlepas dari keinginannya untuk hidup layak dan membantu keluarga. "Penghasilan menjadi kasir tidak tentu. Kami dapat Rp 500 rupiah untuk satu karcis yang terjual. Oh iya, aku ikut tes tahun ini, formasi Kota saja," ceritanya.

Alasan Tari ikut tes CPNS 2019, sama dengan alasan pelamar pada umumnya. Yakni ingin mendapatkan gaji tetap dan menerapkan ilmu sarjananya. "Mau punya gaji tetap dan menggunakan ilmu dan pendidikan yang ada. Alasan paling utama buat bantu biaya hidup keluarga," begitu dia bercerita.

Kesempatan ini, Tari juga ingin menyampaikan harapannya, khususnya kepada Pemerintah Kota, yakni Walikota Palangka Raya Fairid Naparin. "Harapan saya, buat Pemko lebih bermitra kepada masyarakat yang disekitaran wisata. Beri  wawasan supaya meningkatkan kesadaran dalam berwisata. Kasihan kami bang, tanpa adanya masyarakat disekitar tidak akan terbentuknya wisata. Dan juga lebih memperhatikan loket penjualan bahkan dibuatkan pintu gerbang buat wisata," ucapnya. (*)

 

Penulis Maruli FX Sinurat, Palangka Raya