Ketika IRT Terlibat Jaringan Narkoba

Bermaksud Nambah Penghasilan, Ujungnya Penjara

Senin, Tanggal 02-12-2019, jam 09:43:51

single-post

FOTO: WIJ/PE PASRAH: Sumi, tersangka pengedar sabu-sabu saat diamankan di Mapolres Kotim untuk dilakukan pemeriksaan.

Kasus peredaran narkoba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih tergolong tinggi. Para pelaku pengedar pun kini terus merambah ke kalangan remaja, hingga ibu rumah tangga. Seperti halnya yang menimpa Sumi, seorang IRT di Sampit.

 

WANITA kelahiran 33 tahun silam ini kini harus meringkuk di penjara. Ia diproses phukum lantaran terjerat lingkaran peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan ia terancam hukuman di atas lima tahun penjara, lantaran barang bukti yang di dapat dari tangannya seberat 10,22 gram.

Dari pengakuan Sumi, saat perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kotim, akhir November 2019 tadi, dirinya hanya bertugas menyimpan dan mengedarkan barang haram tersebut, dengan imbalan uang.

“Itu sabu milik Anto. Awalnya, dia (Anto) menitipkan dua bungkus kepada saya. Sabunya langsung saya simpan di dalam kamar, dan saya ditangkap,” tutur wanita pernah mengenyam pendidikan di bangku kelas VI sekolah dasar ini.

Ia menyebutkan, sabu tersebut, belum sempat ia jual, karena masih menunggu arahan dari Anto. Dari pengakuannya, ia hanya berhubungan dengan Anto melalui video call aplikasi WhatsApp.

Butiran kristal putih itu ia dapatkan dari Anto pada 28 September 2019 siang. Berawal saat ia ditelpon Anto dan memintanya untuk mengambil sabu di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.

“Saya ke sana (PPM) dan bertemu Anto. Saya langsung diserahkan sabu sebanyak dua paket dan langsung saya bawa pulang,” imbuhnya.

Meski demikian, Sumi masih enggan mengaku, berapa keuntungan ia dapat jika sabu itu terjual. Sumi hanya berkilah bahwa dirinya sebatas dititipkan, meski di kediamannya juga ditemukan sejumlah peralatan untuk mengedar.

Sumi sendiri ditangkap tiga hari kemudian pascaia mendapat sabu itu, tepatnya Selasa (1/10) sekitar pukul 10.00 WIB, di kediamannya, di sebuah barak, di Jalan DI Panjaitan Selatan, RT038, RW003, Kelurahan Ketapang, Sampit. Atas ulahnya, ia bakal didakwa dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) UU RI No35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(*)

Penulis Oleh WIJAYA SE, Sampit