Ketika Bebas Kealam Liar

Suasana Haru Pelepasan AnchorOrangutan

Kamis, Tanggal 16-01-2020, jam 09:30:57

single-post

FOTO: IST/PE PELEPASAN: Salah satu petugas ketika melepasliarkan orangutan.

 

Momen mengharukan tiga orangutan. Setelah sekian lama dilakukan perawatan, hewan dilindungi ini kembali merasakan alam bebas di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). Orangutan ini pun bertemu dengan kumpulan habitat mereka.

BAGAIMANA tidak, mereka (orangutan) tersebut dilakukan rehabilitas setelah mendapat ancaman dari alam liar. Namun kini, mereka kembali dilepasliarkan setelah dilakukan perawatan beberapa lama dalam pemulihan fisik dan mental mereka.

Ketika berada dilokasi lepas liar, tiga orangutan tersebut langsung memanjat pohon-pohon dan bergelantingan. Tidak hanya itu, mereka juga bertemu dengan habit orangutan lainnya menambah kesenangan mereka.

Pelepasliaran itu berkat kerja sama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), USAID LESTARI dan Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival Foundation).

Dalam waktu kurang dari sebulan memasuki tahun 2020, pelepasliaran kali ini menambah populasi orangutan hasil rehabilitasi di TNBBBR menjadi 166 individu. Tiga orangutan hasil proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, terdiri dari satu jantan (Chio) dan dua betina (Rizky dan Mia) yang usianya berkisar antara 13-18 tahun.

Dimana perjalan untuk mencapai tempat pelepasan yakni diperkirakan berlangsung selama 19 jam. Daerah DAS Hiran di dalam wilayah TNBBBR mulai dimanfaatkan sebagai daerah pelepasliaran orangutan sejak Agustus 2019 lalu.

Plt Kepala BKSDAKalteng, Andi Muhammad Kadhafi SHut MSimengatakan, daerah ini telah menampung 33 orangutan hasil rehabilitasi yang dilepasliarkan dalam empat pelepasliaran. Bahkan mereka selalu bertanggungjawab dalam setiap upaya penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan."Kami sangat mengapresiasi keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pelepasliaran yang intensif ini," katanya.

Memasuki tahun yang baru, sangat penting bagi untuk memulai dengan semangat baru pula. Oleh karena itu, sangat senang bisa kembali melepasliarkan orangutan yang siap hidup liar, kali ini ada tiga individu.

"Terlepas dari upaya ini, kami juga mengimbau peran serta masyarakat untuk terlibat aktif melindungi orangutan dan habitatnya. Siapapun bisa menghubungi kami dan melaporkan upaya menangkap, memburu atau memelihara orangutan," ujarnya.

Disisi lain, mari bersama-sama selayaknya menjamin orangutan berada di tempat yang sepantasnya. Mari menjaga hutan dan seisinya demi anak cucu kelak.

Terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) Agung Nugroho SSi MA  Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menuturkan, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya berkomitmen penuh menjaga keamanan orangutan hasil rehabilitasi yang dilepasliarkan disini. Hutan di Taman Nasional sanggup menampung para orangutan untuk hidup liar dan bebas, terlindungi dan berkesempatan untuk berkembang biak. 

“Pemanfaatan DAS Hiran untuk pelepasliaran orangutan sejak tahun lalu adalah upaya untuk menjaga persebaran orangutan rehabilitasi yang dilepasliarkan di Taman Nasional ini. Upaya ini telah membantu orangutan berkembang biak dengan baik, dengan tercatat dua kelahiran alami disini," pungkasnya. (*)

 

Penulis Juniardi, Palangka Raya