Anak dan Nenek Terpanggang

Senin, Tanggal 24-02-2020, jam 09:31:44

single-post

FOTO:WARGA FOR PE KEBAKARAN MAUT: Jasad anak dan seorang nenek yang gosong akibat kebakaran, Sabtu (22/2). Peristiwa terjadi di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas.

PALANGKA RAYA – Insiden kebakaran di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas, telah merenggut dua nyawa, yakni seorang anak dan nenek-nenek. Kejadian tersebut, menoreh rasa duka yang mendalam bagi kedua keluarga.

Peristiwa kebakaran di Jalan RTA Milono, Km 8,5, Kota Palangka Raya, Sabtu 22/2) sekitar pukul 04.00 WIB, telah menghanguskan dua unit rumah toko (Ruko). Kejadian yang membuat geger warga sekitar TKP, menewaskan M (13) anak dari Heriyanto dengan kondisi terpanggang. Saat yang sama, sang ayah mengalami luka bakar yang tidak terlalu serius.

Salah satu warga di TKP, Wahyu mengatakan, saat itu dirinya sedang tertidur. Tiba-tiba terbangun karena mendengar ada teriakan kebakaran. Ia pun langsung keluar rumah. Dan ternyata, warung milik Heriyanto telah terbakar.

"Saya tidak tau persis seperti apa kejadiannya, karena saat itu sedang tidur mas. Saya juga kaget mendengar anak pemilik ruko ikut terbakar," kata Wahyu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Wahyu, menyebutkan sang anak yang tewas terpanggang lantaran mencoba menyelamatkan barang. Namun upaya dari M bukan malah menyelamatkan sejumlah barang, tetapi dirinya terjebak ditengah-tengah kobaran api yang semakin mengganas.

"Terjebak didalam, tidak bisa keluar lagi. Korban diduga ingin menyelamatkan barang berharga lainnya," jelasnya. Korban kata Wahyu, adalah sosok anak yang rajin. Itu dapat dilihat bahwa korban suka membantu ayahnya untuk berdagang.

Sementara itu, Kepala Seksi ( Kasi ) II Bidang Operasional DPPK Kota Palangka Raya, Ciangli menuturkan, api berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian.

"Beruntung api berhasil dipadamkan dua jam kemudian tepatnya sekitar pukul 06:30 WIB," imbuhnya. Bukan hanya menelan korban, akibat peristiwa kebakaran tersebut korban ditaksir mengalami kerugian Rp 350 juta. Sedangkan untuk penyebab asal api dalam penyelidikan pihak yang berwajib.

Di Kabupaten Kapuas, kebakaran telah terjadi dan menghanguskan empat unit rumah di Handel Kaboli, RT 07, Kecamatan Pulau Petak, Sabtu (22/2). Kejadian itu mengakibatkan. Hj. Arsiyah (90)  pun tewas terpanggang. Korban dalam keadaan sakit, sehingga tidak bisa menyelamatkan diri.

Kebakaran di siang hari ini sontak mengagetkan warga sekitar. Api dengan cepat meluluh lantakan bangungan rumah yang berkonstruksi kayu itu. Pemadam kebakaran gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas beserta, Damkar swasta dan relawan yang tiba di lokasi berusaha memadamkan kobaran api. Baru setelah satu jam api dapat dipadamkan. 

Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kapuas, Panahatan Sinaga.menyebutkan, kebakaran terjadi sekira pukul 11.15 WIB. Tiga rumah rusak berat. Sementara satu rumah kondisinya rusak sedang akibat. Diantaranya rumah milik Mimin Hj Aminah (44), Nyai (40) dan Yadi (40) habis terbakar serta  satu unit rumah pemilik Dupriani (30) rusak sedang. Akibat kejadian satu korban jiwa meninggal Hj. Arsiah.

"Akibat kebakaran, terdapat satu korban meninggal dunia, dan tujuh kepala keluarga dengan 19 jiwa terdampak akibat kebakaran itu," katanya.

Dijelaskannya, penyebab pasti kebakaran itu, saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pascakejadian di lokasi sudah terpasang garis polisi. BPBD Kapuas juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat desa dan pihak terkait, untuk mempersiapkan bantuan bagi korban. 

"Korban meninggal dunia ditangani pihak kepolisian. Petugas kesehatan melakukan pengecekan kondisi korban terdampak. Perangkat desa melakukan pendataan dan BPBD Kapuas melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan menyiapkan kebutuhan dasar untuk korban terdampak bencana," ujar Panahatan Sinaga. 

Sementara itu, Kapolres Kapuas AKBP Esa Estu Utama SIK melalui Kapolsek Pulau Petak, Iptu Daspin membenarkan adanya kejadian kebakaran wilayah hukumnya.

“Kita sudah bawa korban yang meninggal dengan ambulans Balakar 545 Kapuas ke RSUD Dr Soemarno Sastro Atmojo Kuala Kapuas untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” terang Kapolsek.(jun/adi*/cen)