Lestarikan Seni Budaya Wayang Kulit

Ketika Bupati Pulpis Rela Sampai Dini Menunggu Pertunjukan

Jum`at, Tanggal 28-02-2020, jam 09:34:43

single-post

FOTO: IST MENYERAHKAN: Bupati Pulpis, H Edy Pratowo bersama Ketua DPRD Pulpis H Ahmad Rifai menyerahkan wayang kepada Dalang Ki Anom Sunyoto pada pagelaran wayang kulit di Desa Talio Muara, Kecamatan Pandih Batu.

Kecintaannya terhadap seni budaya tidak bisa diragukan lagi. Bahkan saking cintanya, Bupati Pulpis H Edy Pratowo rela malam-malam datang ke Desa Talio Muarabersama-sama masyarakat untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Anom Sunyoto dari Pangkoh 6 bersama karawitan Ngudi Laras, dengan memaikan peran Udowo Kromo.

 

KEDATANGANorang nomor satu di Bumi Handep Hapakat bersama sejumlah kepala OPD itu, sontak disambut antusias warga yang sudah menunggu sejak sore hari. Mendekati jam dimulainya pagelaran wayang kulit, Bupati H Edy Pratowo beserta rombongan pun datang memenuhi undangan acara puncak peringakatan Hari Jadi Desa Talio Muara ke-39 Tahun 2020.

Desa Talio Muara merupakan bagian Desa di wilayah Kecamatan Pandih Batu dengan mayoritas penduduk pendatang dari suku jawa, sehingga suguhan kesenian tradisional jawa menjadi tontonan yang dinantikan, selain menjadi ajang temu kangen dan silaturahmi.

"Alhamdulillah, malam ini kita bersama-sama ribuan masyarakat Kecamatan Pandih Batu, khususnya warga Talio Muara menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Peringatan Hari Jadi Desa Talio Muara ke-39 tahun 2020," kata Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo.

Desa Talio Muara kata Edy, merupakan desa yang sangat strategis sebagai pengembangan daerah, yakni wilayah Pelabuhan Laut Sei Tunggul Kecamatan Kahayan Kuala, sehingga berbagai upaya dilakukan dalam rangka memajukan Kabupaten Pulang Pisau.

"Seperti even seni budaya dengan pagelaran wayang kulit ini. Selain ajang hiburan dan silaturahmi, juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Karena dengan acara seperti ini, masyarakat, khususnya pecinta wayang kulit dari luar daerah, berbondong-bondong datang ke sini untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit," ucapnya.

Bupati H Edy Pratowo juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar terus mengembangkan dan merawat seni budaya daerah lainnya, sebagai warisan budaya.

"Jadi, mari kita cintai keanekaragaman seni budaya warisan leluhur kita, serta menjaga dan memerilharanya sehingga keberadaannya akan terus terjaga," imbuhnya.

Tepisah, KepalaDesa Talio Muara, Marzuki menyampaikan, pagelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Anom Sunyoto dari Pangkoh 6 ini merupakan rangkaian acara puncak Peringatan HUT Desa Talio Muara ke-39. Selain pagelaran wayang kulit kata Marzuki, panitia juga menggelar pentas seni yang diikuti warga setempat.

"Serangkaian acara ini diharapkan bisa menjadi ajang kebersamaan dan silaturahmi antarwarga, serta sebagai ajang menjaga kelestarian kesenian. Hari Jadi ke-39 Desa Talio Muara diharapkan menjadi motivasi dan semangat aparatur desa bersama seluruh masyarakat akan semakin kompak dalam membangun desanya," tandasnya. (*)

Penulis BANGUN SUGITO, Pulang Pisau