Geluti Seni Tarik Suara Sejak SD

Cerita Penyanyi Asal Bandung Cinta Palangka Raya

Kamis, Tanggal 05-03-2020, jam 09:49:08

single-post

FOTO: INSTAGRAM Selvi Ajeng

Anak bungsu dari ibu yang berprofesi sebagai penari jaipong ini, awalnya hanya ikut-ikutan teman ke Kota Palangka Raya. Berjuang hidup di Kota Cantik sebagai penyayi, katanya sangat bagus dan itulah yang menetukan pilihannya untuk menetap dan menumbuhkan rasa cintanya.

 

WANITA kelahiran pada 18 September 1994, Selvi Ajeng namanya. Mengenakan pakaian baju coklat motif  bergaris dan celana hijau ini, mencuri perhatian saat mengisi acara Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golongan Karya (Golkar) di Hotel Bahalap, Palangka Raya, Selasa (3/3) malam. Kemerduan suaranya membawa semua peserta Musda ikut bernyanyi.

"Aku memang hobi bernyanyi sejak duduk di Sekolah Dasar (SD). Keluargaku semua pelaku seni. Ibu bernama Ika adalah penari jaipong. Kakak pertama wanita juga penari, abang ku nomor dua pemain band. Aku paling bungsu," katanya saat dibincangi disela kegiatannya.

Selvi mengungkapkan, merintis karir sebagai penyanyi di Kota Palangka Raya sejak usia 21 tahun atau tahun 2014. Awalnya dia diajak teman yang juga seorang penyanyi. Iven pertamanya adalah kegiatan trail motor. "Awalnya bisa disini karena ikut teman manggung. Acara motor trail di Jalan Tamanggung Tilung. Saat itu dapat seleri dua jutaan. Upah yang besar saya terima," katanya.

Setelah itu, dia pun bersosialisasi dan mencari koneksi. Ada kesan yang disampaikannya, bahwa berjuang hidup di Kota Palangka Raya sangat potensial. Bahkan ketika dirinya tampil dalam panggung terbuka, penonton yang menyawer sopan-sopan.

"Yang penting berbuat baik dan halal, maka Tuhan akan memberikan yang terbaik. Kalau jadi perbandingan di Jawa Barat  disini lebih baik.  Maksudnya bagus dari sisi acara, penghasilan, berpakaian dan lainya. Namun ada juga tempat tertentu saja," katanya.

Walau demikian, sebagai penyanyi dengna organ tunggal,  iven  instansi atau komersil, tak jarang wanita berhitung mancung ini digodain. Tapi dia selalu mengedepankan dengan upaya profesionalitas. 

"Banyak, namun tergantung kita aja sih. Profesional kerja aja. Sudah terbiasa jadi sudah anggap angin lalu," katanya.

Dia mengaku, kerapa saat manggung banyak godaan. Entah saat ada seorang yang menyawer, berjoget, bahkan merayu genit. Bahkan usai manggung, godaan berlanjut bahkan ada modusnya.

“Ada aja godaannya, tapi saya menyiasatinya dengan diajak bercanda aja, jadi yang mungkin awalnya ada sesuatu jadi malah berteman aja. Dengan begitu kita dapat relasi dan teman,” katanya.

Tidak dipungkiri, Selvi, kehidupan menjadi penyanyi dan dipuja karena paras cantik dan lekuk tubuh indah, resikonya selalu digodain. “Tapi harus siap. Yang penting berbuat baik dan halal, maka Tuhan akan memberikan yang terbaik,” katanya lagi.

Wanita yang memliki akun sosial media, Instagram @ajengserlviyuliani dengan pengikut 1.885 ribu, baru berani mengambil job manggung di kabupaten pada tahun 2019. Sebelumnya, hanya di dalam Kota Palangka Raya.

“Kalau job luar Palangka Raya baru berani ambil tahun 2019. Ya pastinya mengikuti orang yang dipercaya. Dulu dalam kota saja. Rata- rata satu minggu ada lima job. Baik acara hotel, weading, ulang tahun. Untuknya lumayan,” katanya.

Katanya lagi, penghasilan dari jasa bernanyi disisihkannya untuk merintis usaha salon kecantikan. Selain itu untuk memenuhi keperluan rumah tangga dan membayar kos dibilangan Jalan Garuda.

“Untuk pendapatannya lumayan, seperti hotel satu kali manggung Rp 700 ribu. Itu sudah pasti. Untuk nyanyi gak prioritas juga sih. Saat ini mau merintis salon dari modal kecil-kecilan di Jalan Garuda,” katanya.

Sedikit menyinggung masalah percintaanya, Selvi mengaku sudah memiliki tambatan hati. Entah pria mana yang beruntung tersebut, dia hanya tersenyum malu. “Untuk itu masih dalam proses, pasangannya sudah ada,” katanya. (*)

 

Penulis Maruli FX Sinurat, Palangka Raya